Halaman

    Social Items

Cerita Sex Panas ML Dengan Guruku - Cerita sek Ml guruku, Bersamaan dengan masuknya puting panjang Maria ke mulutku, kuselipkan tangan kananku ke dalam selangkangannya melalui perut, kusibakkan bulu-bulu keriting lebatnya, dan… kujamah vagina mungil yang masih sempit itu.. Maria terbelalak dan menutup kedua pahanya. Ia belum dapat menerima kedatangan benda asing di daerah terlarangnya.


Wow.. berarti belum pernah ada tangan lain yang piknik kesana selain aku.. kenyataan itu membuatku semakin terangsang.. Maria menggelinjang kegelian ketika kusedot dan kugigit puting kirinya.. ia sama sekali tidak menolak ketika tangan kiriku mulai meremas dan memilin buahdada dan puting kanannya. “Mmmasss..please.. stop dulu.. masih ada lintah yang mesti dibuang..” bisiknya dengan suara serak.. stop dulu katanya.. stop dulu.. kalau begitu pasti ada kelanjutannya.. “Ria.. coba kamu berbaring..” Maria mengikuti permintaanku, “Sorry Ri..” kataku seraya membuka kedua belah pahanya.


Aku menelan ludahku berkali-kali.. susah betul kudeskripsikan dengan kata-kata betapa merangsangnya ia dalam posisi itu.. lalu kutaburkan garam sebanyak-banyaknya di atas tubuh kedua lintah yang seharusnya kuberi tanda jasa itu karena memberi kesempatan menelanjangi Maria di hadapanku.. dan.. lintah-lintah itu menggeliat-geliat sebelum dengan mudah kulemparkan ke luar… kupandangi CD nya yang merangsang itu, kupandangi bulu-bulu keriting itu..

Sehari sesudah permainan histerikku dengan Atika, mbak Eva menemuiku. “Atika told me what you did to her yesterday..” Kata-kata singkat itu di ucapkan dengan nada bergetar menahan emosi. Aku betul-betul lemas mendengarnya.. yah.. kejadian juga.. bisa-bisa malah aku kehilangan mbak Eva karena perbuatanku ini.. Akhirnya aku mengusulkan untuk melibatkan Atika dalam pembicaraan ini yang akhirnya membawa kami bertiga pada suatu diskusi paling terbuka yang pernah aku alami.


Mbak Eva, Atika , dan aku saling membagi perasaan kami dengan apa adanya, tanpa basa-basi, tanpa maksud terselubung.. luar biasa !! keterbukaan ini, ajaibnya, membuat perasaan kasih sayang diantara kami semakin kuat. Akhirnya kami sepakat, bahwa dalam seminggu 2 hari waktuku untuk mbak Eva, 1 hari kosong, 2 hari berikutnya untuk Atika, dan 2 hari sisanya kosong. Karena hubungan kami ini murni hubungan sexual, maka sengaja kami masukkan hari-hari kosong untuk memberi kesempatan tubuhku beristirahat. Tapi ya… dalam praktek sih.. itu terserah aku.. kalau aku sedang mood untuk permainan kasar.. ya aku temui Atika.. kalau sedang mood permainan lembut.. ya aku temui kakaknya.. GILA ! Ini memang pengalamanku yang paling gila !! But its REAL !!! Agen Slot Online Nada4D


“Buka mulutnya dong mas Rafi..” Maria menyodorkan sepotong kue ke mulutku. Aku menyambutnya sambil pura-pura menggonggong sehingga membuat anak gadis mbak Eva itu tertawa geli melihat tingkahku. Hari ini genap sudah sebulan aku tinggal di keluarga mbak Eva. Seminggu terakhir ini load pekerjaanku agak berkurang sehingga hari-hari ‘kosong’ ku selain kupergunakan untuk memberi kepuasan ‘extra’ pada mbak Eva dan Atika (‘kan hari ‘kosong’ mestinya istirahat..), juga kupergunakan untuk mengenal Maria lebih dekat. Anak gadis yang semula kutaksir berusia 18 tahun itu ternyata berumur 21. “Mama memang kawin muda.. dia melahirkan Ria ketika berumur 19 tahun..!! Hebat ya ?” Katanya ketika kutanya usia sesungguhnya.


Ya, aku tahu kalau mamamu hebat Maria.. mamamu dan tantemu adalah wanita-wanita yang hebat di atas ranjang.. hebatnya lagi, mereka bisa menutupinya darimu….”Kalau kamu sendiri gimana ?” tanyaku memancing “Yaaa.. yang penting kuliah selesai dulu.. tapi, ngga juga sih.. namanya juga jodoh.. kita ngga pernah tau.. kalau besok tiba-tiba datang seorang pangeran tampan yang kaya raya dan baik hati lalu melamar Ria ? Masak nolak?” “Kalau gitu kuliahnya ngga selesai dong..””Lho mas ini gimana, ya kasih syarat dong.. boleh kau melamarku tapi biarkan aku menyelesaikan studi ku.. gitu looo..” Maria memang anak yang sangat cerdas. Buktinya tahun depan ia akan meraih gelar insinyur di IPB.


Dengan pengetahuannya yang luas ia selalu menjadi teman diskusi yang menyenangkan ditambah lagi dengan sifat keibuan dan perhatiannya yang tinggi pada orang lain, membuat Maria menjadi sosok ideal bagi setiap pria untuk dijadikan seorang pendamping hidup.. Oh satu lagi.. soal fisik ! Tubuh Maria adalah kombinasi antara mbak Eva dan Atika. Tubuhnya tinggi semampai, ukuran buah dadanya persis seperti ibunya dan jauh lebih kencang dan ketat, maklum… perawan. Gadis ini juga mempunyai hobi mengkoleksi BH yang bentuknya aneh-aneh… entah dari mana didapatnya itu.. Seperti saat ini karena ia mengenakan kaos komprang bergambar Tweety favoritnya maka bila lengannya diangkat, maka terlihatlah buah dadanya yang besar itu dibalut oleh BH nya yang bermodel bikini dimana cupnya berbentuk sarang laba-laba sehingga kulit buah dadanya yang putih itu dapat terlihat. Putingnya ditutup oleh gambar seekor laba-laba kecil.


Bila sedang bercerita dengan semangat, tampak gundukan besar itu bergoyang-goyang. Wuih.. syurr juga aku dibuatnya. Urusan wajah, Maria lebih mirip ayahnya yang asli Solo. Kalau dicari bandingannya raut wajahnya bisa dimirip-miripkan dengan Widi AB THREE. Hanya saja, hidung Maria lebih mancung dan tubuhnya lebih tinggi dan seksi. Secara keseluruhan, Maria jauh lebih menarik dibanding Widi. Terus terang, aku betah duduk berlama-lama di dekatnya..


“So, gimana Fi ? Bisa ngga kamu nganter si Ria survey ?” mbak Eva bertanya seraya memberikan piring penuh dengan nasi hangat kepadaku. Sore itu aku ia mentraktir seluruh keluarganya karena mendapat promosi menjadi direktur program di kursus bahasa Inggris tempatnya bekerja. “Iya mas, Ria harus survey tentang pola tani di daerah perbukitan. Ini juga baru survey lokasi kok.. belum penelitiannya.. jadi paling lama cuma makan waktu 2 hari..” Seekor kucing kelaparan tentu tak akan menolak diberi ikan asin. Dan bagiku, Maria adalah ikan kakap !! “Sure.. ngga masalah.. kapan kita berangkat ?” Tanyaku enteng.. “Gimana kalo malam ini juga mas…” “Malam ini ?” seruku bersamaan dengan Atika. Mbak Eva tak kuasa untuk menyembunyikan senyumnya. Ia mengerti, karena malam ini seharusnya aku adalah ‘jatah’ Atika. Dan hari Senin, suami Atika akan pulang dari Dubai. “Iya, malam ini, supaya Minggu sore kita sudah sampai lagi ke Bogor.. soalnya kalau Minggu pulangnya kemalaman, kasian mas Rafi.. Senin kan harus ngantor… gimana mas ?” Maria memandangku dengan kerlingan mata bundarnya yang indah.. “I don’t mind.. lets go then..” jawabku seraya melirik Atika. Istri kesepian itu tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Alisnya mengkerut, bibirnya merengut, dan matanya menatapku kesal. Well.. I am sorry my dear.. keliatannya aku harus mengecewakanmu nanti malam… Agen Nada4D Terpercaya


Aku berjalan sambil menggendong ransel tentara di pundak. Aku dan Maria tengah menyusuri sebuah sungai yang terletak 60 km di selatan Bogor. Kami sedang bersiap-siap melintasi sungai itu untuk mencapai desa Batu Sumur yang terletak di areal yang berbukit-bukit. Dari deskripsi yang diberikan oleh dinas pembinaan desa Pemda Jawa Barat, desa tersebut tampaknya ideal untuk proyek penelitian akhirnya Maria. Masih terngiang bisikan mbak Eva ketika melepaskan kepergian kami “Fi.. promise me.. please don’t touch her.. she is still a virgin.. “. Saat itu aku hanya tersenyum.. dan aku bersyukur bahwa I don’t give my word to Eva, karena semakin lama berdua dengan Maria, semakin sexy penampilannya dimataku.. (dasar mata keranjang… susah..!!) “Wah, jembatan kayunya masih 2 km lagi dari sini mas..” Ria menunjuk lokasi jembatan itu di peta “Tapi jembatan tali sudah keliatan.. tuh dia..” 


Gadis manis itu menunjuk ke sebuah jembatan darurat terbuat dari tali tambang yang disimpul erat. Kuperhatikan wajah manis yang menggunakan topi tentara, kemeja lapangan berwarna coklat, dan celana pendek komprang dengan warna yang sama. Kemeja itu tak dapat menyembunyikan keindahan tubuhnya. Di bagian dada tampak kancing-kancingnya agak tertarik karena desakan dua buah dadanya yang besar itu (kutaksir sekitar 36..). Namun karena badannya yang tinggi (sedikit lebih pendek dariku yang 176 cm..) bentuknya jadi proporsional.. dan indah…. titik-titik keringat berkumpul di ujung hidung mancungnya.. bibirnya yang mungil nampak kering oleh panasnya udara.. kain di sekitar ketiaknya basah oleh keringat.


Aku memandang jembatan tali itu dengan agak kawatir.. “Apa kuat menahan beban tubuh kita ? Apa tidak sebaiknya kita pergi menuju ke jembatan kayu ?” tanyaku sambil melihat potongan ilalang dan bercak tanah merah yang menempel di betis dan pahanya yang mulus itu. “And walk for another 2 Kilo ?.. hmm.. mas Rafi..sebentar lagi kayaknya mau hujan deh.. jadi kita harus cepat-cepat, no risk no gain..” katanya sambil tersenyum. Benar juga. Soalnya dari sungai itu kita masih harus jalan 5 km lagi untuk sampai ke desa. Tampak tangannya membuka kancing kemejanya yang ke satu dan kedua.. sehingga putihnya gundukan besar buah dada itu terlihat olehku.


Udara mendung sore itu semakin terasa gerah saja.. “Ok kalau begitu biar aku dulu yang nyeberang.. baru kamu.. sungainya juga keliatan ngga terlalu dalem kok.. ” kataku seraya menapakkan kakiku di jembatan tali itu.. Aku merayap perlahan-lahan.. memang tali itu sangat kokoh sehingga kekhawatiranku berkurang.. “Mas.. Ria juga naik ya …. talinya kuat kan.. ” Tanpa menunggu jawabanku, gadis bertubuh tinggi sintal itu mulai merayap di belakangku.. tali mulai bergoyang-goyang.. ingin aku berteriak untuk menyuruhnya kembali, namun kuurungkan karena kawatir ia terkejut.. geraknya semakin cepat ke arahku yang masih menunggu.. tiba-tiba kaki gadis itu tergelincir… badannya yang dibebani ransel kehilangan keseimbangan dan.. “Mas.. AAAAAAAAIII… ” BYUUURRRR.. Maria tercebur ke dalam sungai berwarna coklat itu.. Aku terkejut melihat gadis itu menggapai-gapai.. My GOD..Maria rupanya tidak bisa berenang !! Tanpa pikir panjang kulempar ranselku dan terjun ke sungai. Tanganku memeluk lehernya dari belakang dan kuseret ke sisi tujuan kami. Tubuh Maria terasa berat karena ia masih membawa ransel.


Maria megap-megap dengan wajah pucat karena terkejut. “Ngga apa..ngga apa..its OK.. you’re save now..” Kataku sambil memeluk erat tubuh sintal Maria.. wouww.. dalam suasana panik seperti itu masih juga dadaku terasa berdesir.. benar-benar montok tubuh perawan ini terasa dalam pelukanku.. dengan spontan kucium keningnya untuk menenangkan Maria yang masih pucat dan gemetar karena kaget. Tetesan air dari langit perlahan mengetuk-ngetuk muka kami.. dan dalam 1 menit hujan turun dengan lebatnya diikuti oleh kilat yang menyambar.. What a day… aku melepaskan pelukanku dan menyapu sekelilingku dengan pandangan.. ahhhh thank god, kuliat sebuah gubuk kira-kira 200 m di depan kami. “Maria.. disitu ada gubuk” kataku riang “ayo kita kesana..” kuangkat tubuh gadis itu dan kupapah menuju gubuk itu.


Gubuk itu rupanya tak berpenghuni. Perfect! lalu kubuka ransel Maria. Hanya ada bivak untuk bermalam dan kaleng makanan dan minuman.. shit.. pakaian kering ada di ransel satu lagi yang kulepaskan ketika terjun ke sungai.. dan ransel itu seingatku juga tercebur ke dalamnya.. ya nasib.. akhirnya ku bentangkan bivak sebagai alas duduk, dan kududukkan Maria di atasnya “ahhhh…” terdengan gadis itu menghela nafas lega seraya tersenyum “mas Rafi.. thanks ya Ria udah ditolongin…” Aku balas tersenyum “its OK non.. lain kali lebih hati-hati ya ..?” Lalu kubuka bajuku dan menggantungnya di tali jemuran tua yang masih ada di dalam gubuk itu. Maria memandang tubuhku yang cukup atletis itu terlihat pandangannya menyapu perlahan dari otot leherku.. otot dadaku yang bidang.. otot perutku yang berbentuk kotak-kotak kecil…. pusarku yang mulai ditumbuhi bulu.. semakin kebawah.. dimana bulu-buluku makin lebat… kebawah lagi… dan berhenti di tonjolan di balik celana pendekku …


Aku agak kikuk juga melihat penisku yang berdiri karena udara dingin. Apalagi sambil dipandangi oleh mata cantik milik Maria itu. Entah apa yang dipikirkannya… tiba-tiba kulihat Maria terbelalak melihat pahaku “adduhh mas.. ada LINTAH !!” serunya sambil bangkit dan mendekat ke pahaku. Akupun panik dibuatnya. “sebentar mas.. jangan bergerak.. ini ada satu.. dua..” lalu dengan serius ia berputar ke belakang, ke depan lagi.. tangannya tanpa sadar menyingkapkan celanaku yang cukup longgar semakin ke atas..”nah.. ada satu lagi mas..hhhhh” mendadak ia seperti hendak tersedak ketika matanya tertumbuk pada CD ku yang basah kuyup sehingga tak kuasa menutupi testis dan batang penisku yang jelas tercetak di kain basah itu. Mungkin seumur hidup, perawan itu baru sekali ini melihat testis dan batang penis yang tengah berdiri tegak itu..


Aku yang masih memusatkan perhatianku pada lintah-lintah di pahaku itu dengan polosnya membuka celana pendekku dan memelorotkannya ke lantai “Ria.. tolong liat lagi apakah masih ada lintah yang nempel di kakiku ?” Mata Maria makin terbelalak, karena kini terlihat benar bentuk batang penisku yang tengah berdiri itu dari luar CD basahku.. bahkan belakangan baru kusadari kepalanya yang laksana helm perang dunia II itu menyembul keluar mengarah ke pusar. “Emmm.. emmmm.. ngga deh mas.. cu..cuman tiga..” jawabnya tergagap sambil terus menatap kepala penisku. Aku masih juga belum ‘ngeh’ akan situasi yang sebenarnya bisa menjadi ‘opportunity’ … masih dengan naifnya aku berkata pada anak mbak Eva itu “Ria.. jangan-jangan di tubuh dan kakimu ada juga lintah menempel.. sebaiknya kamu periksa dulu..” Mendengar itu Maria langsung berdiri dan bergegas membuka kemeja basahnya. Agen Slot Online Terpercaya


Dibukanya kancing kemejanya yang ketiga.. (belahan buah dadanya semakin jelas..) keempat.. (buah dadanya sudah terlihat lebih jelas.. putih warnanya di bawah cahaya matahari menjelang senja..) dan terakhir..Maria membuka bajunya dengan kedua tangannya ke samping.. di saat itulah aku melihat kedua buah dada besar berukuran 36 itu menggelantung menantang untuk di jamah. Dan BH nya… my god… model BH nya..!!! Maria menggunakan BH berwarna merah dengan bentuk bikini yang talinya hanya selebar 1/2 cm !! Tapi yang membuat kepala penisku semakin menyembul dari CD ku adalah penutup putingnya yang terbuat dari bahan transparan berbentuk bibir Mick Jagger. Akibatnya, mataku dapat melihat dengan jelas puting berwarna coklat kemerahan itu berdiri tegak di tengah dinginnya hujan. Karena terburu-buru melepaskan, pakaian Maria tersangkut di kedua sikunya di belakang punggungnya.


Gadis itu menggoyang-goyangkan tangannya untuk bisa segera terbebas dari belitan bajunya. Akibatnya, buah dadanya bergeletar dan bergayut ke kanan dan ke kiri. Getarannya persis seperti getaran puding besar yang diguncang piringnya. Aku mulai terangsang melihat gadis setengah telanjang itu menggeliat-geliat di hadapanku. Kembali terngiang pesan ibunya di telingaku.. “Fi.. promise me.. please don’t touch her.. she is still a virgin.. “. Kembali kulihat buah dada besar dengan putingnya yang bergelayut itu… Ou what the hell… kuhampiri tubuh mulus itu dan kuputar sehingga ia membelakangiku “Sini kubantu Ri..” tanganku menarik bajunya hingga terlepas. “Sorry Ria.. ini supaya cepat..” kutempelkan dada dan perutku di punggungnya yang polos itu.. kujulurkan tanganku seakan memeluk perut depannya.. dan tanganku membuka celana pendek komprangnya dan dengan cepat menurunkan resleting. Ketika resletingnya sudah mencapai dasar dengan sengaja kutekan resleting itu bersama jari-jariku ke selangkangannya “Ahhhh… mas Rafi…” desahnya sambil melirik ke belakang dengan pandangan merajuk. Saat itu praktis aku memeluk tubuh perawan itu dari belakang. Bagian depan tubuhku kutempelkan ke punggungnya. Penisku yang semakin besar itu dengan tenangnya berlabuh di belahan pantat Maria yang sekal itu.. 


Gadis itu rupanya merasa bahwa penisku menempel di belahan pantatnya tiba-tiba aku merasakan bahwa Maria sengaja menggerakkan otot pantatnya sehingga kedua buah pantatnya bergerak menjepit penisku.. aaaawww.. nikmatnya… yess keliatannya gadis ini sudah mulai terpengaruh suasana… saat itu pipi kananku menempel di kuping kirinya. Dari balik punggungnya kulihat ke bawah buah dadanya yang besar dan ketat itu berbentuk kerucut dengan putingnya yang sudah menonjol.. entah karena dingin… atau karena suasana… “Ria..” bisikku dengan serak.. “jangan panik ya.. di dada sebelah kiri kamu ada lintah.. Ria tercekat.. dengan raut muka ketakutan ia memandang buah dada kirinya dan..”Iiiiiiih… mas… jijik.. buangin dooongg..” “ya..ya.. biar aku periksa dulu lainnya.. supaya yakin ada berapa lintah yang ada di tubuh kamu..” Akupun melepaskan celana pendeknya, sehingga saat itu.. kami dua orang anak manusia berlainan jenis, berpelukan dengan hanya memakai pakaian dalam. Bentuk CD Maria lagi-lagi lain dari pada yang lain.. bentuknya sih standar.. tapi di daerah vaginanya ditutupi oleh kain bermotif jaring, sehingga otomatis dari jaring itu keluarlah bulu-bulu keriting yang sangat lebat itu.. nafsuku sudah naik ke kepala.


Aku sudah tak peduli dengan pesan-pesan ibunya… di dalam pikiranku sekarang cuma ada satu kata.. “Perawani !!”. Tanganku mulai meraba-raba punggungnya dari atas.. ke bawah…melewati pinggang.. pantat… buah pantat kanan.. “mas…apa ngga bisa dilihat aja ? kalau diraba kan geli..” ujarnya tersenyum.. belum juga bisa kutebak senyum itu.. apakah artinya.. teruskan… atau..stop..!! “biar yakin aja Ria.. ” kataku sambil meneruskan rabaanku ke buah pantat kiri.. lalu kutelusuri belahan pantatnya ke bawah.. melewati anus.. terus ke selangkangan.. dan kutekan tanganku di vaginanya “Aaaaaa.. mas Rafi aaa.. tangannya kok nakal.. nanti Ria marah nih..” Lagi-lagi anak mbak Eva itu melirikku dengan pandangan merajuk.. kuputar lagi tubuhnya sehingga kita saling berhadapan, kemudian aku berjongkok dan kulihat ada 2 lintah menempel di paha bagian dalam kiri dan kanan.. bener-bener hebat lintah-lintah itu.. tau benar dia tempat-tempat strategis untuk menghisap darah.. tak lupa aku memandang ke arah selangkangannya yang hanya tertutup jaring itu sehingga tampak jelas segunduk daging gemuk yang ditutupi bulu-bulu keriting nan lebat itu.


Maria melihat tingkahku itu dan dengan segera menutupinya dengan jari tangannya..”mas Rafiiii… kok malah ngintip sihh.. mbok tolong buangin lintahnya.. nanti Ria bilangin mama lo..” rajuknya dengan manja. “Oke..Oke.. begini caranya… lintah ini akan kita taburi garam.., lalu kita buang.. begitu sudah lepas.. sebaiknya bekas gigitan lintah itu kita sedot dan buang darahnya ke lantai supaya tak ada racun yang masuk.. is that clear..?” Ria mengangguk mendengar penjelasanku yang — terus terang — cuma didasari oleh logika “ngeres” itu. Aku mengambil garam yodium di ransel Maria, dan mulai kutaburi di lintah yang menempel di dada kirinya.. “Ria .. sorry.. bisa dibuka BH nya semua ? aku takut kalau lintahnya lepas malah jatuh ke dalam cup BH.. bisa berabe nanti.. ” Ria mengangguk menuruti permintaanku yang ditunjang mimik serius itu.. ia menjulurkan kedua tangannya ke belakang punggung dan… tassss.. terlepaslah kedua buah dada cantik itu dan bergelayut dengan menantang.


Begitu dekatnya mataku sehingga aku bisa melihat urat-urat birunya di sepanjang buah dada itu. Tangan kananku memegang buah dada kirinya, mengangkatnya.. “sssss… mau diapain mas..?” bisiknya mendesis geli..” supaya garamnya ngga kemana-mana..” jawabku seenaknya.. lalu kutaburi lagi lintah itu dengan garam seraya menempelkan jari telunjukku di ujung putingnya.. “mmass..” Maria menatap mukaku dengan mata sayu karena geli.. tubuhnya mulai menggeliat pelan.. beberapa detik kemudian lintah itu menggeliat-geliat dan dengan mudah kutarik dan kubuang…. Maria meringis ketika sedotan lintah itu terlepas.. Lalu kuturunkan mukaku, kudekati bibirku ke bekas gigitan lintah yang berwarna biru itu, lalu perlahan-lahan kujilat.. “perih Ria..?” tanyaku.. “ehhhh.. g..geli..” rintihnya ketika aku mulai mengecup-ngecup dadanya.. mula-mula perlahan.. kemudian sedikit keras.. dan akhirnya kusedot dengan kuat.. “Ehhhhh mmas Rafiii..?!?!?” rengeknya sambil menjambak rambutku.. mungkin maksudnya ingin mencegah.. tapi tak kulihat usaha sungguh-sungguh ke arah itu.. perlahan tapi pasti kuperluas areal sedotanku bukan hanya di bekas gigitan lintah tapi bergeser menuju putingnya..terus.. semakin dekat.. semakin dekat… dan…. “AUUUUUUWWW… !!!”



Bersamaan dengan masuknya puting panjang Maria ke mulutku, kuselipkan tangan kananku ke dalam selangkangannya melalui perut, kusibakkan bulu-bulu keriting lebatnya, dan… kujamah vagina mungil yang masih sempit itu.. Maria terbelalak dan menutup kedua pahanya. Ia belum dapat menerima kedatangan benda asing di daerah terlarangnya. Wow.. berarti belum pernah ada tangan lain yang piknik kesana selain aku.. kenyataan itu membuatku semakin terangsang.. Maria menggelinjang kegelian ketika kusedot dan kugigit puting kirinya.. ia sama sekali tidak menolak ketika tangan kiriku mulai meremas dan memilin buahdada dan puting kanannya. “Mmmasss..please.. stop dulu.. masih ada lintah yang mesti dibuang..” bisiknya dengan suara serak.. stop dulu katanya.. stop dulu.. kalau begitu pasti ada kelanjutannya.. “Ria.. coba kamu berbaring..” Maria mengikuti permintaanku, “Sorry Ri..” kataku seraya membuka kedua belah pahanya.


Aku menelan ludahku berkali-kali.. susah betul kudeskripsikan dengan kata-kata betapa merangsangnya ia dalam posisi itu.. lalu kutaburkan garam sebanyak-banyaknya di atas tubuh kedua lintah yang seharusnya kuberi tanda jasa itu karena memberi kesempatan menelanjangi Maria di hadapanku.. dan.. lintah-lintah itu menggeliat-geliat sebelum dengan mudah kulemparkan ke luar… kupandangi CD nya yang merangsang itu, kupandangi bulu-bulu keriting itu.., kiturunkan wajahku mendekati selangkangannya.. sekilas kulihat Maria mengangkat kepalanya ingin melihat apa yang akan kulakukan di selangkangannya.. kutempelkan bibirku di paha dalam kanannya.. bukannya kusedot, malah kutelusuri paha bagian dalam itu ke atas mendekati vaginanya. Bau khas vagina perempuan menusuk hidungku.. dan aku sangat hafal.. bahwa ini bau vagina yang sudah banjir !! “Ehhh…hhhhhh…ssssss masss.. ” desisnya sambil menggoyang pinggulnya ke kiri dan kanan. Bibirku sampai sudah di vaginanya. Kukecup CD nya yang sudah basah oleh cairan vagina Maria.. lalu dengan jari telunjukku kukuakkan CD di selangkangannya itu ke samping sehingga tampak belahan vaginanya yang sudah mulai terbuka namun masih tampak sempit itu.. kukecup bibir vaginanya..kunaikkan bibirku ke arah atas dan kutemukan bagian yang menonjol sebesar biji kacang lalu tiba-tiba…….kukecup dan kusedot-sedot..



“AAAAHHH…ssss…MASSS” jeritnya sambil tiba-tiba bangkit dari tidurnya sambil menjambak rambutku untuk menghentikan aktifitasku..”mas..please..MAS RAFI..PLEASE… j..jangan mass.. nanti Ria keterusan… OUUUHHH..” lenguhnya ketika tanpa menghiraukan kata-katanya aku mulai memasukkan dan menggerak-gerakkan lidahku ke dalam vaginanya. Aku menghentikan jilatanku, kuangkat wajahku ke hadapan wajahnya.. kami berdua kini berada dalam posisi duduk…Kaki Maria mengangkang .. sedangkan aku berlutut di hadapannya.. kupandang wajah cantik yang kini tak berani memandang langsung mataku.. matanya hanya memandang bibirku yang semakin dekat ke bibirnya.. semakin dekat dan.. Maria memejamkan matanya.. tangannya naik memeluk leherku.. tanganku memeluk bahunya dan merapatkan buah dadanya ke dadaku..kamipun berciuman dengan mesranya.. desahan dan rintihan halus terdengar memenuhi gubuk itu.. sesekali kulepas bibirnya dan ku kecup kupingnya seraya membisikkan kata-kata mesra.. “Aku sayang kamu Ria.. kamu cantik sekali..” kemudian kulanjutkan ciumanku dengan kuluman lidahku dalam mulutnya.. Maria ternyata cukup mahir dalam hal cium mencium.. ia melumat habis bibirku dan menjelajah bersih seluruh rongga mulutku.. masih sambil menciumi bibirnya.. perlahan-lahan kubaringkan dan…… kutindaih tubuh sintal Maria dengan tubuh tegapku sehingga buah dadanya yang besar itu serasa hendak pecah tergencet oleh dadaku.. dengan cepat kuturunkan celana dalamku sehingga penisku seakan meloncat keluar dan berdiri tegak mencari tempat berlabuh.. dengan lembut kubimbing tangan kanan Maria ke selangkanganku dan kugenggamkan penis gemukku itu di tangannya. Sambil menggigit dan mengecup bibirku, mata perempuan itu mendelik ketika tangannya memegang raksasa kecil di selangkanganku itu..tangannya secara refleks mulai bergerak maju-mundur..maju-mundur.. my god.. nikmatnya.. betapa nikmatnya kocokan seorang anak perawan yang ibunya pun sering kusetubuhi.. kedua tanganku turun ke pinggang Maria dan dengan cepat menurunkan CD nya.. tiba-tiba Maria meronta, tangannya melepaskan penisku dan berpindah menahan CD nya agar tidak diturunkan.. ia melepaskan bibirnya dari ciumanku dan dengan nafas tersengal-sengal ia mendesah “mas Rafi.. j..jangan mass.. Ria takut keterusan.. Ria takuut… Ria belum siaap…” Aku mengecup kening dan pipinya dengan penuh kasih sayang..”sh..sh..sh..sh..sh…. jangan takut sayang.. ibumu mengalami hal ini 3 tahun lebih dulu dari usiamu yang sekarang.. dan dia ngga menyesal kan?” “Oke..kalau begitu kita akan bermain tanpa mengganggu keperawananmu.. aku akan memasuki hanya kalau kamu minta.. setuju??” Ria tersenyum lega dan mencium bibirku. Tangannya kembali mengocok penisku dan akupun dengan leluasa menurunkan CD nya.. akhirnya… Kaami berdua bergumul dengan penuh nafsu dalam keadaan telanjang bulat… Maria mulai menggelinjang-gelinjang histeris “Ouww..maaaass..maaaasss.. gellliiihhh aouww..” .. terutama bila kugesekkan penis raksasaku ke klit nya. Untuk menambah kenikmatan gesekan itu.. Maria mengangkat kedua pahanya sehingga kepala penisku menusuk-nusuk klitnya yang….ya ampuuun…sudah sangat bengkak itu… tiba-tiba kurasakan hal yang aneh di kedua pahaku…ya ampuuun.. lintah-lintah kurang ajar itu ternyata dengan santainya masih menikmati darahku.. Kuhentikan kegiatanku “Ria.. tolong aku ya?? Tolong buang lintah-lintah di kakiku..” Ria tertawa seraya mendorong badanku ke samping “Ya ampun..mas.. saking asyiknya Ria jadi lupa..” “Kamu ngerasa asyik Ria ?” tanyaku memancing. Mariia tertunduk sambil tersenyum lalu menganggukkan kepala. “Pernah ngerasain asyik yang seperti ini dengan orang lain ? Pancingku lagi.. c’mon Fi.. cut it out.. it’s none of your business.. tapi aku penasaran mendengar jawabannya.. sambil masih terus menunduk Maria menggelengkan kepalanya.. tampak ia menggigit bibirnya tanda menahan rasa malu.. yessss so I am the first time.. yessss…. to be the first selalu memberikan kebanggaan tersendiri… yesss .. (dasar laki-laki !! first time aja diributin !!). Aku berbaring sambil mengangkang, mata Maria tak bisa lepas dari penis gemukku yang masih berbaring tegak dengan kepalanya yang nyaris menyentuh puser. Tangannya menaburkan garam di tubuh lintah-lintah sialan itu.. dan tak lebih dari semenit, binatang menjijikkan itu sudah pada berjatuhan. Maria melemparkannya jauh-jauh.. lalu langkah berikutnya ? Maria mendekatkan mukanya ke arah selangkanganku perlahan-lahan.. semakin dekat.. semakin dekat.. dan terasa paha bagian dalam kaki kiriku di sedot.. setelah beberapa saat ia berpindah meneyedot bekas gigitan lintah di kaki kananku.. ketika itu kugesekkan penis raksasaku d pipinya ..tiba-tiba ia melepaskan sedotannya lalu membaringkan kepalanya di atas penisku lalu seraya memejamkan mata ia membelainya dengan pipi kanan dan kiri.. seperti sedang menyayangi anak kucingnya.. lalu ia menciumi dan menjilati batang penisku dari arah testis keatas..terus ke atas.. perlahan tapi pasti terus ke atas… sejenak ia berhenti di urat di bawah kepala penisku dan menggigitnya..”Yaaaahhh..ouwww Ria.. enaknya.. belajar dari mana kamu..?” “movie..” jawabnya pendek dan seketika itu juga ia membuka mulutnya lebar-lebar dan mengamblaskan seluruh penisku ke dalam mulutnya… sungguh kasihan melihat Maria di saat itu.. ia persis seperti seorang anak yang memasukkan 2 buah pisang ambon ke dalam mulutnya… besar sekali.. Kemudian ia menaikkan kepalanya naik.. turun..naik.. turun.. tiba-tiba naik-turun, naik-turun, kebih cepat lagi..lebih cepat lagi… aku bangkit duduk dan membelai punggung mulus Maria, yang dilanjutkan dengan meremas kedua buah dada besar anak gadis itu terasa benar kenyanya di telapak tanganku..”Mmmmhhh..Emhhhhh…Emhhhhhhh” ia menjerit-jerit sambil terus mengulum ketika kuperas keras-keras kedua buah dadanya… tiba-tiba aku berbaring kembali, namun tubuhku kupindahkan sedemikian rupa sehingga wajahku tepat berada di bawah vaginanya..yess 69 position.. dan… kubenamkan wajahku dalam hutan lebat milik perawan ini.. Aku menjilati seluruh bagian bibir luar maupun dalam vagina Maria.. Perempuan itu menggelinjang-gelinjang dengan dasyat di atas perutku. Ia juga tak menolak ketika kuselipkan lidahku ke dalam vaginanya..semakin dalam.. semakin dalam.. lalu dengan lidah ditegangkan aku menggerakkan mukaku maju-mundur di bawah vagina Maria.


Perempuan itu sungguh-sungguh sedang dalam puncak birahinya sehingga ia benar-benar lupa diri.. satu-satunya hal dalam benaknya adalah.. kepuasan seksual.. apapun itu namanya… Kugulingkan kembali Maria, lalu kutindih tubuh sintalnya.. kembali kuciumi kuping dan lehernya.. mata Maria tampak terpejam dan kulihat ia sudah mengangkangkan pahanya seakan menanti sesuatu.. aku agak ragu-ragu melihat sikapnya itu.. tapi tak ada salahnya mencoba.. kuarahkan kepala penisku ke dalam vaginanya. Kutempelkan di pintunya yang sempit itu.. tak ada perlawanan.. hanya rintihan penantian yang menggairahkan.. “mas.terus masss…” aku mulai memasukkan penisku ke dalam vagina sempit itu.. 1 cm..3 cm.. 5 cm.. Maria menggigit bibir.. ia menghayati betul masuknya penisku centi demi centi… 7 cm.. “aaaaahh…..” 10 cm… “aaaAAAHH…” dan…16 cm ..”AAAAAAAAHHHHH…”BLESSSSS.. amblas sudah keperawanan Maria. Tampak darah segar meleleh dari vaginanya dan membasahi bivak di bawah. Maria menggigit bibir..alisnya berkerut..expresinya menunjukkan ia sedang merasakan kesakitan… buah dadanya yang bergeletar kesana kemari kuremas dan kusedot… tiba-tiba aku mulai menggenjot penisku keluar masuk vagina Maria.. “aaahhhh..mas…aduh enaknyah..aduh enaknyahhh..aaaahhhh..” Maria menjerit-jerit histeris mirip tantenya Atika. Gerakanku semakin cepat dan semakin cepat.. tiba-tiba kurasakan otot-otot vagina Maria berkontraksi.. seluruh tubuh wanita itu menegang..Maria memelukku dan mencium bibirku erat-erat…Juga pinggulnya berputar semakin cepat.. Aku semakin cepat menggenjot penisku.. makin cepat.. makin cepat.. tiba-tiba kurasakan sesuatu menyemprot dari penisku… “RIIIAAAAAA…” “mmas RAFIII…AAAAAAHH…” crat..crat..crat..crat…crat….. aku menembakkan spermaku seraya menerima siraman air panas dari vaginanya. Kami terhempas setelah mengarungi samudera birahi penuh nafsu ini. Maria memejamkan matanya. Tampak ada air mata meleleh di ujungnya.. “Ria bahagia mas…Ria puas..” Kami saling bercumbu mesra sambil berpelukan selama kurang lebih lima belas menit, sebelum memutuskan untuk menggunakan baju lembab dan meneruskan perjalanan ke Batu Sumur. Survey itu sukses, dan aku sempat sekali lagi bersetubuh dengan Maria disebuah motel di Bogor sebelum kembali ke rumah.


Sampai bulan ke 6, aku menjalani kehidupan sex yang paling mengggairahkan selama hidupku. Setiap minggu aku harus menyetubuhi at least mbak Eva dan anaknya Maria… juga Atika bila  suaminya berlayar.. Sesudah bulan ke-6 aku kembali ke Jakarta. Hubunganku dengan Maria berlanjut hingga kini. Mbak Eva hanya tau bahwa kita pacaran, tanpa tahu bahwa hubungan kami sudah seperti suami istri. Semenjak aku menjalin hubungan serius dengan Maria, aku berhenti berhubungan sex dengan mbak Eva. Janda cantik itu setahun kemudian menikah dengan seorang duda tanpa anak. Atika melahirkan seorang anak hasil hubungannya denganku. Namun, suaminya hanya tahu bahwa itu adalah anaknya. Atika mendapatkan sensasi yang luar biasa karena bisa memperoleh anak dari bukan suaminya. Sensasi ini berupa perasaan dendam yang terbalas. Aku hidup bersama dengan Maria yang tak pernah mengetahui hubunganku dengan ibu dan tantenya…dan aku menghentikan petualangan sex ku setelah Maria ada di sisiku..at least sampai hari ini… entah besok, atau lusa..

Cerita Sex Panas ML Dengan Guruku

Cerita Sex Panas Dewasa Hilangnya Perjakaku Dengan Pacarku Yang Perawan, Kali ini bercerita tentang hubungan seks hilangnya perjaka dan perawan pasangan SMA bernama Agung dan Adel. Mau tahu kelanjutan ceritanya, tulis aja dan baca dengan baik bacalah ceritanya hari ini.


Anggap saja namaku adalah Agung (nama samaran), saya akan menceritakan pengalaman saya yang mungkin saya ceritakan dengan bahasa sederhana (pahami sharing cerita baru pertama di web dewasa), hhe. Okey, jadi begini. Kisah Seks saya dimulai saat saya di SMA. Saat itu saya masih anak baru yang besar ingin mau mendekati teman sekolah saya.


Wanita yang saya dekati itu masih biasa-biasa saja jika teman sekolah saya bilang, nah namanya yang mana yang suka ingin mengatakan apa untuknya dia wanita paling cantik di dunia, hhe … kain kecil. Maaf sebelum maniaks cerita seks, dalam cerita ini saya tidak bisa menjelaskan sebanyak mungkin tentang wanita yang saya dekati ini namanya Adel.

Adel ini adalah gadis Abg yang biasa-biasa saja, begitu pula bentuk tubuhnya, payudara dan pantatnya. Kembali ke setiap orang, cantik itu relatif, kalau kita suka ya kita merasa dia cantik, kalau kita tidak suka secantik wanita mana pun ya untuk kita dia biasa-biasa saja, hehe … benarkah bukan pembacanya. Seperti yang saya katakan sebelumnya Adel memiliki tubuh biasa, dan wajah yang layak (saya pikir).


Ketika datang ke payudara dan bokong Adel memiliki ukuran yang pas-pasan. Tapi meski Adel memang normal, tapi Adel berkulit putih dan memiliki wajah yang menggemaskan, saya sangat suka deh. Selama saya masih dalam rangka mengobati, saya mengerti bahwa Adel tidak pernah tahu dan mengerti tentang seks, dia tetap saja tidak bersalah terhadap para pembaca.


Singkat cerita beberapa orang tidak mendekati Adel, akhirnya saya bisa mendapatkannya dan sekarang status saya bersamanya berkencan, hhe. Nah dari sininlah awal kegembiraan cerita seks saya. Karena dia telah resmi menjadi pacar saya, saya mulai mengajar Adel untuk mengetahui dan melakukan hal-hal yang berbau seks. Awalnya sih sangat sulit, tapi dengan trik hebat saya diapun akhirnya mau.


Pada hari itu, saya sudah menyusun rencana sehingga saya bisa melakukan hal-hal buruk dengan pacar saya Adel. Pada hari itu saya memasang muka yang marah kepada Adel, setiap Adel mengundang saya untuk berbicara pada saat itu saya diam saja dan pura-pura bersikap murung. Dengan itu, Adel menanggapiku,


“Kenapa kamu sayang, kog dari saat aku ngomongin kamu diem aja, dan kamu sudah cemberut aja, kamu kenapa sih ??,” katanya penasaran ke saya.


Inilah saat saya melakukan trik busuk saya,


“Auk ah, aku benar-benar ketelame bersamamu, karena kamu di temen temen-temen yang sama, dia bilang aku memasak cowok bukan laki-laki,” aku berpura-pura marah.


“Lah, kog bisa jadi karena aku Yank, apa yang salah, hhu,” tanyanya penuh rasa ingin tahu.


“Iyalah jelas ini karena kamu, kamu tahu saya tidak ada di temen temen-temen yang sama mengatakan bahwa saya tidak jantan karena saya tidak pernah melakukan apapun dengan Anda, itu dipermalukan,” saya mulai memancing Adel, Slot Judi Terbaik Indonesia


Pada saat itu Adel tidak menjawab dan berhenti sejenak. Saya tidak berpikir setelah sore hari, jalan saya adalah teman yang sukses. Anda tahu Adel di sore hari dia menelepon saya, saya tidak berpikir dia sedang berbicara di telepon bahwa dia ingin ML bersamaku di malam hari di rumahnya. Wow gila bukan tuh, patut dicoba pembaca saya begini, hhe. Terus. Saat itu dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus pergi ke rumahnya pukul 00.00 WIB.


Aku tahu apa maksud Adel untuk memberitahu saya ke rumahnya pada saat itu, karena pada saat itu seluruh keluarganya di rumahnya akan tertidur lelap dan akan aman tanpa hambatan. Segera saya dihadapkan pada rasa sukacita dan kebingungan, saya bingung dengan bagaimana mengeluarkan saya dari saat itu dan saya senang bahwa Adel akhirnya memberi saya keinginan untuk berhubungan seks.


Tapi pada akhirnya aku akan sangat ingin melarikan diri dari rumah dengan melompat pelan dari jendela kamarku dan menuju rumah Adel. Singkat cerita saya sampai dengan sebuah motor yang disambut dengan seorag Adel yang sedang menunggu di depan rumahnya dengan gaun malam yang sangat tipis dan hampir transparan. Kita masuk secara diam-diam ketika sampai di sana, rumah Adel begitu besar dan megah.


Dengan hati-hati, Adel dan aku melompat keluar dari jendela kamarnya. Setibanya di kamarnya kami langsung menghangat. Saat itu kami mulai dengan saya membuka baju kami. Setelah kami berdua telanjang setengah dadaku juga langsung meremas dadanya, dengan penuh nafsu saat aku melucuti piyama tipisnya dan tak lupa aku melepaskan tali bra nya.


Setelah membuka tali Bra I-mulai melepas bra milik Adel yang menyela tanganku saat meremas payudaranya. Awalnya kupikir payudara Adel kecil, tapi setelah sekarang aku melihatnya langsung, Wow … cukup besar teman. Aku begitu sangat bernafsu melihat payudara Adel yang padat dan kencang. Nafsuku semakin membara dan membuatku ingin meremas dan mengulum payudara Adel.


Saya memiliki nafsu makan yang berat, maka saya-segera dilucuti celana dengan celana minimnya. Pada saat itulah Adel tiba-tiba agresif dan menelanjangi celana dan celana dalamnya. Tanpa komando Adel-mulai meraih kedewasaan dan membimbing pria saya ke dalam mulutnya,


“Oughhh … Ssssshhh … enak sayang sayang … Aghhhhhh … terus seperti itu sayang … Aghhh …,” aku menghela napas.


Sungguh saat itu aku tidak mengira Adel bisa melakukan hal seperti itu. Sungguh menyenangkan bagi Adel menggoreng kedewasaanku. Selama beberapa menit ia meraih laki-lakiku dengan kelincahannya. Namun, saat tiba-tiba tiba-tiba Adel menghentikan kulumanya dan,


“Maaf, Anda membawa kondom,” katanya mengejutkan saya.


Pada saat itu saya tidak menjawab pertanyaannya, sebenarnya saya sengaja tidak membawanya. Tanpa membuang waktu lagi, saya segera mendorongnya untuk jatuh ke tempat tidurnya dan saya pun langsung menciumi bibirnya yang lezat dan merah. Kami yang sama-sama bergairah, Adel-lalu menanggapi ciumanku dengan mengadu lidah dengan liar.


Ditengah pergumulan yang bernafsu, kami saling bercumbu dan air liur menjadi satu. Tangan kanan saya perlahan-lahan menyentuh leher Adel dan tangan kiri saya meremas payudara Adel. Sedikit demi sedikit saya melakukan itu. Setelah sekitar 5 menit jari saya diputar di area feminin Adel, saya merasa tangan saya mulai dibasahi oleh lendir dari vagina Adel.


Setelah puas kita melakukan pemanasan, maka kita mulai melakukan yang lebih panas. Sekarang saya mulai menggigit puting kanannya dan kiri saya meremas dengan tangan saya yang sesekali menarik putingnya yang keras. Lidahku saat itu keren untuk dimainkan, jangan lupa aku menyedot payudaranya yang lentur dan mulai keras karena rangsanganku,


“Ughhh … Sssss … Aghhh … Oughhh …. Terus bilang … aghhhh …,” desahnya.


Mendengar desahnnya, saat itu saya semakin gila dan saya melakukannya semakin kencang dan mulut saya mulai turun ke bawah melalui perut dan sampai ke temponya yang basah dengan air yang terus mengalir dari dalam vaginanya dan dia tetap nag tapi dia ingin melanjutkan karena kesenangan itu mungkin. Setelah beberapa menit aku menyuruhnya mengangkat penisku lagi.


Saat itu saya juga tidak sabar untuk menikmati keperawanannya dan dia langsung mengisap tanpa ragu. Pada saat itu kulumannya yang kuat membuatku nikmat dan geli yang luar biasa. Setelah beberapa menit berlalu aku mengusap vaginanya dan dia merintih samar-samar karena masih dengan posisi dia menendang penisku. Karena saya ingin menikmatinya segera saya menempatkan Penis saya ke dalam Vaginanya, tapi agak sulit karena masih sempit.


Setelah bersusah payah, akhirnya penisku berhasil menembus selaput darah Adel dan dengan dorongan lembut Adel menjerit kesakitan bercampur nikmat.


“Aow ……. Sakit sayang, Aghhhhhhhh …………,” teriaknya pelan.


Setelah penis saya tertanam di lubang hubungan seksual Adel, saya-sekarang mulai mendorong penis saya kembali. Tapi di tengah-tengah hubungan seks kami, aku melihat Adel kesakitan. Permainan Slot Terbaik


“Aghhhhhhh….hh…. Sakit sayang, pelan-pelan” kata Adel.


Mendengar kata-kata Adel seperti itu saya-mulai memperlambat permainan seks saya. Tapi itu hanya bertahan untuk sementara waktu, saya tidak tahan lagi, saya lagi mempercepat genjotan penis saya ke dalam hubungan intim Adel,


“Ouhggg … baik sayang … rasanya aku pingin kencing sayang … aghhh …. sssssshhhh ….,” katanya.


Saya sudah tahu dari film porno, Adel saat itu tidak ingin buang air kecil, tapi pada saat itu dia akan klimaks. Melihat Adel seperti itu saya mempercepat pergerakan pria saya ke dalam lubang senggamanya,


“Iya sangat sayang, Aghhh … Lezat … Oughhh …,” dia menarik napas lebih banyak lagi.


Pada akhirnya ia mengambil cairan di penis saya yang terasa hangat itu hebat dan tahu bagaimana memuaskan saya dan setelah itu saya berubah posisi menjadi saya menikamnya dari belakang saat ini masuknya mudah dan perisai arena robek sehingga tidak ada lagi. menghalangi pedangku dan dia yang mengendarai mobil ke belakang tubuhnya dan aku mengikuti ritme itu.


Beberapa menit kemudian dia berkedip dan kembali pada Climax pada waktu itu aku ingin keluar dan tapi aku takut dia hamil dan aku juga tidak ingin sok yang diambil oleh seorang gadis yang aku dekati hanya untuk kesenangan.


Saya menariknya keluar saat saya membalikkannya. Saya bermaksud mengeluarkannya di mulutnya tapi belum mengeluarkan air liurnya dari air mani tepat di kepalanya dan saya menyuruhnya mencobanya dan dia meminumnya dan berkata,


“Oohh enak rasanya apa cairan ini? Kencing ya ?,” tanyanya polos.


“Bukan cinta, ini adalah air kenikmatan pria alias sperma,” kataku.


Saya juga mengatakan kepadanya bahwa itu adalah air mani Saya pikir gadis ini sebenarnya tidak pernah melihat film porno tapi dia bisa melakukan gerakan dari tempat yang tidak mungkin. Tapi aku masih belum puas aku memasukkan penisku lagi ke dalam mulutnya dan dia tanpa perintah dia melakukannya sendiri. Setelah bosan aku kembali memasukkan penisku ke vaginanya.


Pada saat itu dengan telapak kakinya di lantai, saya memasukkannya dari atas dan setelah beberapa saat dia mencapai klimaks sambil terus-menerus memekik, saya ingin keluar dan saya langsung menyuruhnya untuk mengisap lagi cairan di mulutnya yang menggairahkan setelah bahwa kami lemas dan kami tertidur dengan penisku masih di mulut Adel.


Singkat cerita, saya-terbangun Adel pagi-pagi sekali tepatnya fajar. Saat itu saya terbangun untuk pulang dengan cepat sebelum tertangkap oleh orang-orang di rumah. Aku akan buru-buru memakai pakaianku lagi dan sebelum aku pergi aku mencium mulutnya dan pulang ke rumah. Saat aku sampai di rumah, aku tertidur. Pada hari itu karena saya lelah saya tidak pergi ke sekolah dan begitu pula Adel.

Cerita Sex Panas Dewasa Hilangnya Perjakaku Dengan Pacarku Yang Perawan

Cerita Sex Panas Dewasa Gairah di Kolam Renang, Cerita ini dimulai ketika ia berenang di kolam renang Pasar Atom Surabaya. Pada saat itu, saya dan teman-teman saya setuju untuk berenang bersama setelah kami menyelesaikan ujian umum untuk tahun ajaran ketiga 2014-2015 yang diselenggarakan oleh sekolah menengah kami.


Kami melakukannya karena kami telah berhasil melakukan tes publik yang paling menentukan dengan hasil yang memuaskan. Meskipun nilainya belum keluar tetapi kami optimis bahwa kami akan mendapatkan nilai bagus di rapor nanti dan inilah yang sebenarnya terjadi ketika rapor dibuat.


Saat itu kami berangkat ke tempat yang sibuk dengan sepeda motor. Kami ingin menghirup kegembiraan pada saat itu dengan mengendarai sepeda motor untuk mengisi jalan. Meskipun jumlah kami pada saat itu tidak terlalu banyak. Hanya 12 orang dengan 6 sepeda motor. Awalnya saya tidak mau berpartisipasi. Tetapi karena ada seorang teman saya tidak memiliki pasangan untuk membiarkannya, jadi saya hanya menginginkannya. Itung itung membantu teman. Selain itu, teman saya yang tidak mendapatkan mobil adalah gadis yang cantik, jadi saya memang begitu.


Sepanjang perjalanan kami mengobrol bersama. Saya juga tidak mau ketinggalan untuk penasaran dengan gadis yang saya germo. Bahkan, saya juga minta maaf. Tapi aku ingin merasakan dadanya. Saya segera menekan kopling sepenuhnya dan dengan cepat melepaskannya dengan gas yang terbuka begitu besar sehingga sepeda saya melonjak dan menekan dada otomatis saya terhadap saya dan ohh … sangat lembut dan sangat kenyal di dada. Apalagi, dia saat itu hanya mengenakan pakaian putih tipis. Sehingga rompi terlihat jelas. Benar-benar pemandangan yang bagus.


“Maaf, ya,” kataku senang.


“Hati-hati,” katanya sambil memelukku dengan keras.


Jadi, dalam uang tunai, ayam saya baru saja bangun tidak ada yang senang ketika mereka dilekatkan dengan payudara kenyal yang kaya. Dia memelukku dengan keras. Dalam beberapa hal. Mungkin dia takut jatuh. Selama saya di jalan saya benar-benar bahagia. Karena dada temanku terjebak di punggungku.


Setelah perjalanan panjang, akhirnya kami tiba. Teman-teman kami segera memasuki area pasar atom seolah-olah mereka telah mengunjungi tempat itu. Tapi ternyata itu salah dugaanku. Sebaliknya mereka mencari penjaga keamanan dan bertanya tentang kolam renang. Hanya saja saya tertawa terbahak-bahak, meski itu internal. Setelah pertanyaan, kami langsung menuju ke kolam renang.


Ketika saya sampai di sana, saya sangat bahagia. Karena para pengunjung itu imut imut dan sexy sexy girls ABG. Mereka memiliki tubuh relatif rata-rata. Karena saya tidak dapat menahan keinginan saya, saya segera membuat kesalahan keras sampai beberapa orang tersenyum dan beberapa tidak peduli. Hal yang hebat adalah pengunjung pada siang hari bukanlah pria.


Semua gadis kulit putih ABG yang halus dan seksi. Bahkan ada pria. Namun usia mereka masih dianggap sangat kecil. Saya pikir usia mereka berkisar 7 hingga 10 tahun. Jadi, mereka pasti tidak tahu apakah saudara laki-laki dan perempuan saya lembut dan teman-teman “bekerja”, terutama ketika tidak ada penjaga renang. Whaaoo, peluang terbesar. Game Slot Terbaik


Segera ganti baju renang di kamar mandi pria. Setelah berganti pakaian, aku bersiap seperti Ninjitsu, ninja seni bela diri Jepang. Jadi, hanya menjadi pusat perhatian para gadis yang berenang di sana. Mereka yang awalnya sibuk berenang atau sedang bermain dengan air di tepi kolam terkejut dengan gerakan pemanasan yang saya lakukan.


Karena gerakan yang Anda buat sebenarnya sangat sulit dan ekstrem dan dapat berakibat fatal jika tidak dilakukan dengan benar.


Pertama-tama, saya berlari mengelilingi kolam lima kali, dan kemudian saya mulai merilekskan kaki saya dan mulai melakukan Salto, Roll, dan gerakan serius lainnya termasuk Jumping Tiger.


Ini adalah kehebatan ninjitsu, semua teknik seni bela diri yang berbahaya dapat dilakukan tanpa tikar. Jadi jangan heran jika Tentara Nasional Indonesia (TNI) mampu melakukan gerakan roll depan dan belakang yang bergerak cepat tanpa mendapat peringkat sama sekali karena mereka telah dilatih dengan seni bela diri ninjutsu terutama pada pasukan elit Kubasus.


Setelah saya merasa nyaman untuk pemanasan, saya segera berenang dan datang sambil melihat gadis imut di sekitar saya. “Aku berharap aku bisa mencoba semua kalimat mereka,” kataku pada diriku sendiri ketika aku melihat bokong dan payudara yang benar-benar menggairahkan. Saya tidak sengaja menabrak teman saya yang saya bicarakan. Saya juga minta maaf dan tidak apa-apa. Tapi setelah minta maaf, saya tidak bisa pergi


Karena baju renang yang digunakan temanku tidak menutupi seluruh payudaranya. Hampir seperempat dari payudara dapat dilihat di balik baju renang yang sangat ketat. Saya juga tidak sengaja tertawa sambil melihat payudara teman saya. Hanya kali ini aku melihat payudara gadis sungguhan. Hadapi aku lagi.


Saya benar-benar tidak mengharapkannya memiliki payudara yang indah, sangat besar dan menarik. Payudaranya mendesis. Sama seperti warna kulit yang lembut.


“Aku bilang, ini indah,” kataku dengan tidak sengaja hanya berkata dari mulutku.


“Apa?” Dia berkata sambil pura-pura tidak mengerti.


Kataku, tertawa dengan takjub: “Payudamu sangat menyenangkan.


Sari berkata, “Oh, itu bisa,” dia mengguncang air dan membersihkanku lalu pergi menjauh dariku.


“Hmmm … aku ingin mencoba mengulurkan tangannya …” kataku, melihat kengerian pada Sari yang berenang menjauh dariku.


Pasti masih perawan, benar-benar seksi … Setelah itu, saya mulai berenang sambil melihat gadis-gadis di sekitar saya. Sementara itu, teman-teman saya lebih menyenangkan untuk mengadakan pertempuran dengan cepat dalam hal berenang dengan jarak yang sangat jauh. Sekitar 300 m. Bagi saya, gim ini kurang menarik. Mulai memainkan seorang gadis. Siapa tahu dia bisa, dan bisa diundang ke “ohh-yess”, kondisi siswa SMA kita untuk mengatakan seks.


Setelah selesai berjalan di sekitar kolam renang, saya melihat seorang gadis duduk sendirian di tepi kolam sambil bermain dengan air dengan kakinya yang indah. Dari matanya ke kolam, dia yakin dia sedang memikirkan sesuatu. Permainan Slot Online Terpercaya


“Halo … perempuan … aku tahu …,” kataku, mulai dari pendahuluan.


“Halo …,” katanya lembut sambil menatapku dengan lembut.


“Halo, namaku Laxuno. Panggil aku Sony,” begitu kataku ketika aku tiba.


“Melly Abriana, panggil saja Melly,” jawabnya ketika dia menanggapi tanganku.


Ketika kita berjabatan tangan, aku tidak meninggalkan tanganku.


Karena aksesnya yang halus dan halus seperti warna putih yang menggairahkan tubuh. Dia mungkin tidak nyaman, segera menarik tangannya dariku sementara wajahnya malu-malu.


“Apakah kamu tidak berenang?” Saya bertanya, tua, ketika saya melangkah dari kolam untuk duduk di sebelahnya.


“Tidak, lagi, saudaraku,” kata Doe, memainkan air kolam dengan kakinya yang indah.


Saya katakan kepadanya, “Kenapa, saya bisa, tapi apa yang jadi masalahnya?” “Mungkin saya bisa membantu memecahkan masalah.”


“Itu benar, pelajaran kimia saya selalu mendapatkan angka merah.” Saya mengambil pelajaran dalam proses Ganesha LBB, tapi saya masih tidak mengerti, meskipun saya meminta pengawalan beberapa kali. ” Dia menjawab, menarik rambutnya tertiup angin.


“Wow, itu benar-benar imut kalau lagi. Ketiak putih sekali.” Jadi nafsu, “pikirku, menelan ludah.


Bayangkan saja, siapa yang tidak berharap jika sudah ada cewek yang imut, halus, montok, padat dan panjang bisa duduk di sisi kita dan hanya terpisah kurang dari 30 cm …


“Di kelas mana kamu?” Saya bertanya, melihat wajahnya yang cantik.


“Kelas satu, sekarang dia di kelas dua,” jawabnya sambil tersenyum.


“Apakah kamu juga belajar di Ganesh Jach? Sama” ucapku saat aku sedang menonton permainan air.


“Benar? Apakah kamu asli? Kamu di kelas berapa?” Dia bertanya seolah-olah dia tidak percaya ketika dia menatapku secara langsung.


Wow, sungguh, sungguh. Jadi nafsu Nicky …


Saya berkata kepadanya, melihat wajahnya: “Ini seperti Anda.”


“Gelombang apa yang kamu masuki? Bagaimana kita tidak pernah bertemu?” Dia bertanya keingintahuan Doi.


“Gelombang kedua,” jawabku singkat.


“Itu sama, bagaimana kamu tidak melihat yach, kamu ada di mana di GO?” Saya bertanya pada Doi sambil melihat wajah saya terus menerus.


Wow, saya geer nich. Saya ingin cepat merasakan vaginanya dengan cepat. Tetapi saya tahu bahwa mendapatkannya membutuhkan proses yang panjang dan melelahkan.


“Saya menjawab Sidosermo Indah,” saya menatapnya lagi.


“Uh, aku tidak menemukannya, aku melakukannya pada GO Jimerto. Oh ya, ke mana kamu pergi ke sekolah?


“SMAmu adalah 10. Kamu?”


“Santa Maria High School.”


Ow, ini sangat lucu. Ada anak sekolah, dan gadis itu terkenal karena seksi dan seksi.


“Di mana rumahmu?” Saya diminta untuk tidak kehilangan jejak.


“Hei, Gemerto, kamu?”


“Jimor Sari”


“Hai Gemerto, di mana aku punya teman di rumahnya juga,” aku tersenyum untuk mendapatkan alamat rumahnya.


“Aku benar-benar di Gimerto 7/5,” kata Dui Sambi dengan senyum ramah.


Wow, gadis ini imut, ramah, dan juga menyenangkan untuk diajak bicara. Itu benar-benar gadis saya. Hanya saja suku kita berbeda. Dia berasal dari Cina sementara saya seorang Jawa. Tetapi meskipun demikian itu menyenangkan dan menyenangkan lagi.


“Kamu sudah punya pacar?” Saya bertanya keingintahuan.


“Kenapa tidak?” Dia bertanya padaku saat dia menatapku.


Wow, itu tidak terbayangkan, itu sangat buruk pada saat itu. Bayangkan saja, seorang gadis seperti dia belum memiliki seorang pria. Apa kekurangannya. Bahkan itu sudah lebih dari cukup. Jadi bisa dikatakan sangat menarik. Pantatnya baik-baik saja, payudara baik-baik saja, panjangnya baik-baik saja, penampilannya baik-baik saja, rambutnya baik-baik saja, wajahnya baik-baik saja, apa yang kamu inginkan?


“Itu kosong,” kataku menggodanya.


“Ya … apa yang kamu lakukan?” Dia bertanya padaku saat dia menatapku.


“Nafas”, jawabku singkat.


Dia menjawab hanya dengan senyum yang sangat bagus.


“Ehh, kamu masih tunggu sebentar, aku mau pergi ke toilet dulu. Kamu hanya nongkrong di sini nanti akan ngomong lagi, oke?” Kata Doe, menatapku dengan penuh minat.


“Oke.” Saya menjawabnya, memandangnya sampai dia tidak terlihat masuk ke toilet wanita.


Wao, cara dia berjalan, aku benar-benar ingin mencobanya. Aku meninggalkan pantat seksi dan kuat, kiri kanan, kiri kanan. Kaki indahnya tampak langsing. Sungguh anak seksi, kataku pada diriku sendiri.


Karena saya bernafsu, saya segera pergi ke toilet untuk mencarinya. Apalagi, tidak ada penjaga.


“Melly … Mel … Kamu mau kemana?”


Karena di mana-mana anak-anak tidak dapat pergi ke toilet perempuan, dan sebaliknya. Tiba-tiba saya melihat ada satu pintu di ruang ganti. Sementara yang lain terbuka termasuk toilet. Saya yakin itu Millie. Saya segera mendekat.


Meskipun dia dicengkeram oleh ketakutan yang dipukuli, aku tetap mempertahankan niatku. Karena saya memiliki banyak semangat dengannya. Setiap kali suara Melly lebih dekat ke suaranya, dia akan menghela napas, seperti suara seorang gadis yang mendesah dengan senang.


“Ah … ah … Ash … Oh … Oh … Ya … Oh … ah … ya … oh …”


Karena saya langsung penasaran, menusuk pintu dengan merangkak melewati dasar. By the way, pintu kamar ganti hanya untuk kaki kaki. Jadi kepala dan kakinya bisa dilihat dari luar. Dan menerobos lubang di bawah.


Ah, aku benar-benar tidak percaya pada penglihatanku. Dia sedang duduk di sebuah meja kecil di mana dia meletakkan pakaian telanjang telanjang sambil menggosok vaginanya menggosok jarinya dengan cepat saat dia menutup matanya dan menghela nafas lega. Sepertinya dia sibuk masturbasi Ria. Jadi waktu saya memanggilnya berkali-kali tidak menjawab. Mungkin karena dia menikmati menikmati anggotanya.


“MMM … Ash … ah … mmm …”


Suara itu keluar dari mulutnya dan mengangkat tubuh Mileley dengan senang dan cairan keluar dari vaginanya. Sepertinya dia baru saja mengalami orgasme. Setelah dia mengalami orgasme yang hebat, kemudian saya menyadari bahwa saya berada di depannya dan dari sana saya menyadari betapa masturbasi dan orgasme yang kuat.


“Bagaimana kamu bisa datang kemari, ini pemandian para gadis, bagaimana kamu bisa benar-benar terlibat, keluar,” teriak Doi, menutupi payudaranya dan vaginanya dengan tangannya.


Oh ya, ngomong-ngomong, kenapa orgasme Anda baik atau tidak? Anda tampaknya memiliki orgasme yang hebat, “kataku, melihat keindahan tubuhnya yang tidak ditutupi oleh seutas benang.


“Ayo, Mile, jujur ​​saja.


“Ini bukan urusanmu, sekarang pergilah dari sini!”


Saya berkata ketika saya memeluk tubuhnya dan menciumnya: “Saya tidak perlu mengatakan itu.


“Yah, aku membayangkan kamu berhubungan seks denganku ketika aku masturbasi, setelah bersikap baik,” kata Doe sambil mulai mencium kepala pembunuhnya.


“Oh, ya, mengapa kamu tidak mengatakannya secara langsung,” kataku, terkejut ketika dia menghentikan ciuman di wajahnya.


“Aku merasa malu ketika aku memberitahumu bahwa aku menyukaimu, terutama setelah aku


Lakukan ini untuk mencari tahu di mana lubang vagina. Karena ini pertama kalinya aku berhubungan seks. Saya tidak tahu ke mana harus pergi. Secara tak sengaja saya memasukkan jari tengah tangan saya tanpa sengaja ke dalam lubang di daerah vagina. Mungkin ini lubangnya. Karena ketika jari saya masuk ke sini, Millie lebih nyaman dan berbicara.


“Aku … Yo … Yach … Situ … Si … Tu … Masuk ke sana …” kata Melly, menutup matanya dengan erat.


“Yah, ayo lakukan,” pikirku.


Saya segera melepas celana dan punggung saya langsung muncul. Sepertinya penisku terlalu panjang “di atas”. Jadi ukurannya sekarang sangat besar. Dengan segera dia mengulurkan kedua kakinya, sehingga Millie memejamkan mata menunggu kesenangan yang akan dia capai. Lalu aku memasukkan penisku ke vagina vagina karena itu adalah kebiasaan rahasia. Dari dalam vaginanya berbau harum wangi. Tampak bagi saya bahwa saya berharap untuk menaruh penisku di vaginanya tidak bekerja dan berteriak sangat keras.


“Aaaaahh, sakit … sakit … hati-hati …” seru Doi.


Saya juga bingung. Saya takut bahwa semua gadis di luar datang ke sini dan menemukan saya berhubungan seks dengan Millie, bisa menjadi buruk. Jadi saya segera berhenti mendorong penis saya ke vagina Millie dan mulai mencium bibirnya saat bermain dengan lidahnya. Dia juga sepertinya sangat senang dengan permainan lidah. Saya menanggapi lidah saya. Setelah dia mulai tenang. Dia segera mengambil baju renangnya dan menyuruhnya menggigitnya untuk melihat rasa sakitnya.


“Mel, kamu kalau kamu sakit, gigit ini, teriak,” kataku, memasukkan benang baju renangnya ke mulutnya.


Segeralah mendorong perlahan. Melly bahkan lebih sulit untuk menggigit pakaiannya sambil menggelengkan kepalanya menggelengkan kepalanya dengan lemah. Saya tahu dia sangat kesakitan karena vaginanya ketat dan sangat lezat. Saya menutup mata untuk menikmati intensitas dan kehangatan vaginanya. Setelah bagian Ko keluar dari penisku, aku merasakan lapisan yang sulit ditembus. Tetapi saya tidak ingin sulit memikirkan cara untuk menerobos. Khan tidak akan pernah berteriak lagi.


Saya segera memundurkan ayam kecil saya dan jatuh ke vaginanya. Akhirnya, saya juga berhasil merobek selaput dara dan oh … vagina itu sangat nikmat. Sungguh perawan. Benar-benar menyapu dan sempit dan lembut. Segera aku melangkahi Dickie di vaginanya dan baju yang digaruk Mesllie Turk. Saat pakaiannya menggigit, dia tidak berteriak lagi. Dia mendesah gembira saat dia menutup matanya.


“Oh … ah … ah … ah … ah … ah … ah … ah … ah … ya … ah … ah … saudara … … ah, dentuman keras dari sebuah tubuh sudah mulai memanas dan berkeringat.


Sementara saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Karena sekarang saya hanya bercinta dan bercinta, itu benar-benar luar biasa. Lebih baik dari masturbasi sendiri mulai menciumnya sambil memeras usia baik dari payudaranya yang indah. Sementara itu, penis saya terus masuk dan keluar dari vagina miliaria yang masih ketat. Saya mulai memeluknya erat-erat karena dia memiliki kulit yang lembut. Setelah beberapa menit, saya tiba-tiba merasa tidak dapat memegang tangan saya lagi.


Saya segera mempercepat traksi di vagina saya Melly dan Melly dan mulai mendesah sambil menyentuh punggung dan mencium leher saya sementara saya mengatakan saya mencintaimu berkali-kali. Saya tidak mengerti berapa kali dia mengatakan itu


Yang jelas suara itu sangat seksi … Dengan suara ini saya menjadi bersemangat dalam mempromosikan suara itu. Tapi kemudian tubuh Milley tiba-tiba bergetar. Tubuh indah dan ruff menarik.


Melly mulai memelukku erat-erat sementara dia menutup matanya dengan sangat erat. Dia tampaknya menderita orgasme.


“Mmmmhhh … Mmm hh…ahhhh… Mmhh”, kata-kata itu keluar dari mulutnya nyaris tak terdengar.


Sungguh bersemangat suaranya pada saat itu. Di vagina saya merasakan cairan hangat keluar. Cairan itu membuat vaginanya menjadi lebih gemuk. Saya juga menjadi bersemangat untuk memompanya. Setelah beberapa menit, tubuhnya memeluk erat dan menyemprotkan sperma ke dalam vagina. Saya sangat puas saat itu. Bayangkan bahwa anak Anda bisa mendapatkan perawan. Penra benar-benar beruntung.


Setelah semua sperma disemprotkan ke vagina Milly. Aku langsung mencium bibirnya dan memainkan lidahku di rumah dan Miley menjawab dengan kekuatan yang sangat lemah. Sepertinya sangat lelah. Energinya habis setelah berhubungan dengan saya sebelumnya. Lima menit kemudian, ketika dia bangun, saya segera menekan dadanya dan menggigit sedikit puting merah jambu. Sementara itu hanya mendesah di pelukanku.


Saya akan membawanya ke kolam renang dan membawanya ke teman-teman saya. Mereka tercengang oleh Miss Millie. Lalu kami juga pergi ke rumah kami, dan sejak itu, saya sering bekerja di rumah Mellie untuk berhubungan seks dengannya dan karena saya selalu bisa bertemu dengannya, saya mengalihkan pelajaran ke GO Jimerto. Tentu saja, setelah memperoleh sertifikat GO Sidosermo.

Cerita Sex Panas Dewasa Gairah di Kolam Renang

Cerita Sex Panas Mahasiswi Montok Berjilbab Di Kampus, “Tolong datang ke kamarku singkatnya” pesan singkat dari ceramah saya dan pemandu saya terlebih dahulu. Dari bengkel kecil di sudut gedung dosen, saya pergi ke sekretaris departemen untuk menemui Ms. Lars di kantornya. “Kamu, masih sibuk mencari? Urutkan banyak?” Laras bu keras ketika Anda menutup kamar sekre pintu. “Baseball sih bu, kenapa ya?” Saya masih bingung dengan situasi ini. “Saya dapat meminta bantuan, mendapatkan kelas saya, saya harus pergi ke Australia,” dia bertanya kemudian. Ya, satu tahun setelah kelulusan, saya masih bekerja di kampus, membantu dosen dalam penelitian dan pengajaran di kursus dasar. Ms. Laras adalah dosen hebat di departemen saya, idealis membuat musuhnya. Saya praktis murid favoritnya. Dia sendiri tidak hanya mengajar di kampus ini, tetapi juga memiliki status dosen di sebuah universitas di Adelaide.



Diskusi memakan waktu hingga 3 jam, karena saya harus mengajar di perguruan tinggi tetangga, bukan mata kuliah inti, tetapi kursus tingkat ketiga dan tesis pertama saya. Bo Lares menunjuk saya sebagai penggantinya karena dia pikir saya ingin mempelajari ini. Kuliah baru dimulai minggu depan. Dua kelas tambahan diberikan, mengurangi interval dan penelitian, meskipun perbendaharaan keuangan meningkat. Mungkin di kampus ini saya menghitung salah satu dari beberapa dosen muda yang terkejut (gur nurut hukum). Mengajar sebagai siswa. Dia sendiri pernah berkata bahwa dosen itu dilihat dari otaknya, bukan gayanya. Ya, yang dia berikan di kampus yang berdekatan, peraturannya lebih ketat. Saya membutuhkan pakaian yang lebih sopan (sedikit). Penasihat seks tertutup, cerita jilbab seks, ayam kampus seks, cerita seks di kampus


GW Terlambat pada hari saya masuk. Kemeja pendek ditutupi dengan jaket untuk menutupi tato di tangan kiriku dengan gaya stent. Calo orang masih tipikal tato berantakan, meskipun di perguruan tinggi asal, saya bisa membuat presentasi singkat dari lengan. Saya membuka pintu, duduk di meja dosen dan mengeluarkan daftar hadir. Beberapa mahasiswa terkejut, melihat dosen dengan jenggot tebal, panjang bahu, dan diikat.


“Wah, Bu Laras ga bisa menghadiri ceramah ini karena harus cari, dan wapol akan jadi tempatnya.” Dari total 23 orang di kelas, kebanyakan pria, tidak beruntung. Tapi ada satu siswa yang mencuri perhatian saya, dari daftar kehadiran saya tahu namanya Clara. Duduk di barisan tengah, dengan rambut sobek sebahu, tekstur material keras yang tinggi. Dia memakai baju merah tipis dengan jeans. Kulit kuning cenderung putih dengan wajah urban yang khas (baby face AMI)


Cairan itu perlahan dibungkam ketika saya memulai materi. Saya bukan dosen yang serius karena selama kuliah saya belajar apakah para dosen sangat serius hanya untuk memastikannya. Siswa juga menyadari jika Anda ga seseram seseramnya. Bab ini mencakup lapisan kolaboratif. Melontarkan pertanyaan yang sering ditutupi dengan lelucon.


Seperti biasa saya memasukkan dan mengirim materi. 15 menit berlalu dan mengetuk pintu ke Tetiba. Clara datang dengan wajah agak paranoid, “maafkan berlian terlambat, maukah kau masuk?” Ya, aturan semester jika hukum dilarang, tolong, Pak. Saya melihat jam dengan pandangan sekilas, dan belum terlambat untuk mengingat bahwa kelas itu panjangnya tiga jam, jadi saya mengundangnya untuk duduk di baris pertama. Clara duduk di sisi lain. Situs Slot Online Terbaik


Satu jam berlalu, materi hampir selesai, saya memberikan beberapa soal latihan untuk dilakukan, kemudian duduk di meja dosen. Saat itu Clara mengenakan kemeja biru pucat yang terbuat dari satin cukup lama, selain keringat yang masih mengalir dan membuat bajunya sedikit basah. Ketika saya sedang menjawab pertanyaan dari siswa lain kadang-kadang, saya mencuri pandangan Clara. Aku baru sadar di balik kaos yang dia kenakan bra, ketika aku menengok ke belakang dan dengan jelas menelanjangi garis bra dari balik kemejanya.


Setelah 15 menit, dia melepas kemejanya dan melepaskan kerah bajunya. “Sangat panas,” gerutunya. Dia mencoba mencuri sekilas kemejanya. Dia membungkuk split, menjilati keringat yang masih membasahi tubuhnya. Saya harap itu memakan waktu sedikit lebih lama untuk membuat saya mengawasi tubuh Clara.


Bab ini agak unik, meskipun jam sudah berakhir, banyak yang belum menyebar. Pada akhirnya saya mulai bersatu. Di kelas profesional, di luar kelas ngerokok bersama. Ryan, salah satu siswa mengatakan sangat jarang bahwa dosen di perguruan tinggi ini tidak memberikan siswa mereka amp yang ingin mereka kumpulkan bersama. Saya pikir ini penting di kelas profesional, di luar teman-teman kita.


Lihat minggu ini dari beberapa grup. Clara menggunakan kemeja kardigan biru gelap. Sambil menunggu kelompoknya pergi, dia duduk di barisan depan. Setelah saya memerintahkan dia untuk duduk di barisan depan, dia cenderung memilih barisan depan dengan teman-temannya. Kaos yang dikenakannya memiliki belahan yang rendah dan benar-benar melamun. Samar terlihat seperti bra hitam dari balik kemejanya. Ukuran garis lintang kecil membuat Clara menyipitkan matanya dan sedikit condong ke depan. Gw yang duduk di meja resepsionis mendapat perawatan fisi yang cukup jelas dari balik bajunya yang ramping. Pada suatu kesempatan, ketika dia meminta saya dan mengoceh dia sedikit, saya baru sadar dia tidak mengenakan kemeja, tetapi mengenakan jaket dengan bagian bawahnya menutupi dahinya. Buat bra hitam terlihat jernih. Selain memiliki balok dada yang diluluskan seperti bra tidak bisa tahan.


Clara sadar jika saya melihat, tapi saya tidak terlihat disengaja dan tidak melihat belahan dadanya. Dia melihat ke bawah sedikit ke dadanya dan menyadari bahwa jika dia sedikit terbuka, tetapi bukannya menariknya di tangki, biarkan dia pergi dan bertarung seperti tidak ada yang terjadi. Selama beberapa menit hingga pertunjukan berakhir, saya bebas untuk terus melihat dadanya. Suatu saat saya secara tidak sengaja menekan dadanya ke tengah dengan kedua tangannya bersatu.


“Ya itu mas? … mas?” Pertanyaan siswa yang memperkenalkannya lagi seperti bangun dari saya. “Ah, ya kurang lebih seperti itu” Aku menjawab sambil melihat ppt dan mencoba mengikuti apa yang sedang dipertanyakan. Mengintip Saya melihat Clara, ya tawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangannya. “Jadi, ini disengaja?” Saya pikir.


Seminggu sebelum UTS, hubungan saya dan kelas saya semakin dekat. Beberapa anak telah menghubungi saya, mulai dari bahan Nanya, bahkan kursus Nanya lainnya. Hari ini, berbeda, Clara menggunakan rok pendek hitam pendek, dengan kemeja merah (tidak seperti beberapa minggu terakhir), jaket. “Apakah Anda ingin menerapkan suatu fungsi?” Saya bercanda dengan Clara. Saya menyadari bahwa beberapa anak mengenakan pakaian yang lebih baik dari biasanya. “Ada presentasi untuk UTS mas abis ini, harus bersih” jawab Clara. Logis.


Seperti biasa, Clara duduk di barisan depan, menghadap mejaku. Karena ini hampir artikel terakhir sebelum UTS, saya melakukan beberapa materi yang saya ajarkan. Taruh Clara di pojok dan buat dia duduk sedikit ke samping untuk melihat papan tulis. Normal asalnya, tetapi Clara mengembangkan kakinya. Saya masih berpikir positif bahwa itu adalah kebiasaan duduk. Namun untuk beberapa waktu tidak mengubah posisinya. GW yang berdiri di samping papan tulis di dekat kantor saya, menjadi dekat dengan Clara. Saya ingin tahu apa yang Clara benar-benar perlihatkan kepada saya, saya menulis lagi beberapa poin fisik. Ketika saya membalikkan tubuh seolah-olah menjelaskan, saya sengaja menjatuhkan nilai saya. Lalu aku memilih jongkok tanda saat aku menantikan Clara, dan lebih tepatnya arah roknya. Situasi ini harus menutup kaki Clara dengan segera, tetapi dia masih membuka lebar kakinya sampai aku melihat paha bagian dalam yang halus. Jika Anda jongkok lebih atau terlihat sedikit lebih lama saya harus melihat celana dalamnya, tetapi suasana tidak mungkin ga. Sambil menjelaskan saya melihat semua siswa dan akhirnya melihat Clara. Dia tersenyum sesaat, senyum penuh kode, lalu menekan kakinya. Apa artinya ini? Kelas selesai dengan kepala saya dipenuhi dengan pertanyaan seperti apa yang dimaksud Clara. Tapi aku tidak berusaha berpikir secara mendalam, mungkin itu hanya gurauan.


Sore itu saya kembali ke sekre untuk mengambil beberapa data. Alih-alih bekerja di kantin atau di Kosan, ngerjain terbaik di kafetaria akan datang. Sekitar jam 5 sore ada Dateng nyapa gw “mas, ngapain?” Clara Tautiba duduk di sebelah saya dengan dua orang teman. “Ah ini, nugas” Aku menjawabnya dengan gila. Saya melihat laptop dan setumpuk kertas di sebelah saya, “begitu banyak ya?” Dia bertanya dengan penasaran. “Yah, namanya juga bekerja” jawab saya sambil merokok cerutu saya lagi. Saya menutup laptop saya dan mengarsipkan dokumen yayasan. Ini bisa berfungsi lagi nanti, bagaimanapun batas waktunya masih jauh. Saya bertanya kepada Clara, “Sayangku, Dimatin, kamu mengganggu Mas?” Kemudian Clara mengundang saya untuk mengobrol, dimulai dengan hal-hal sepele, hingga artikel. Setengah jam berlalu, langit mulai gelap. Percakapan itu sekali lagi menyenangkan, Clara menanyakan banyak hal tentang saya, dan tentang Bu Laras. Dia ingin tahu Lars, karena dia terkenal di staf pengajarnya sebagai dosen yang menakutkan.


“Clar, Yuk lagi” bisik temannya, tetapi cukup keras sampai aku mendengarnya. “Lu pra-Dah, menulis Jie Natar” Clara menolak denda. Aku meninggalkan temannya, Clara mulai bertanya padaku lagi. Gabisa melarikan diri dari matanya, dan setiap kali dia tersenyum mataku seperti dia diseret paksa untuk terus melihatnya. Akhirnya langit berubah menjadi kegelapan. Saya bertanya siapa yang mulai merasa laper “Laper Ga? Makan Yok”. “Kamu ingin menjadi … tapi Bossen Mas di sini adalah Mulo” jawab Clara dengan wajah manja. “Saya berumur 6 tahun di sebelah GA dan tidak bosan.” Pernyataan ini membangkitkan keingintahuan Clara, “Mengapa kamu tidak bosan? Bukankah kafetaria jadi ya?” Dia kemudian bertanya, “Suasana baik, jawaban saya”. Gulung matanya, agak bingung sebisa mungkin. “Apakah kamu ingin mencoba makan di sana?” Kutip nanti. “Bisa jadi, yuk!” Clara bersemangat karena dia menarik tanganku. Lalu aku sadar, meninggalkan tanganku, membungkuk sedikit, “Oh, maaf Mas.” Saya memakai tas saya, dan meraih jari-jari Clara, “Yuk, santai aja kali”. Clara menyapaku dengan tanganku.


Selama kita bergandengan tangan, dia segera membuang tangannya karena takut organisasi kampus dan masalah profesional. 10 menit berjalan Akhirnya kami sampai di cafetity kampus. Suasananya masih sama, banyak anak-anak bermain gitar sambil bernyanyi jelas Ga. Kami duduk di sudut, jauh dari keramaian. Mengunyah makanan untuk satu sama lain, Clara tampaknya bersenandung bersama dengan lagu itu. “Enak y ome malem masih rame, cewek merasa di rumah” celetuknya di tengah makan. “Ya itu sebabnya kamu merasa di rumah.” Kami selesai makan dan melanjutkan percakapan. “Mas, kenapa kita membuat jaketnya tetap dah?” Clara bertanya pada tetiba. Bahkan saya malas buka bukaan, tapi yaudalah. Gw ga menjawab tapi malah membuka jaketku. “Ini tidak melanggar peraturan,” jawabku sambil menunjukkan tato di pergelangan tangan kiriku. “Luar biasa!” Clara terlihat bersemangat sambil memegang tanganku. “Apa arti dari gambar berlian?” Saya meminta Clara untuk menjawabnya dalam arti pohon tato yggdrasil di tangan kiri saya. Dia masih antusias dan bertanya tentang tato, karena dia mengatakan kepada beberapa temannya yang memiliki sampo.


Percakapan kami menjadi lebih menarik. Dan “tetiba”, “Ya panas” Clara berteriak sambil mengguncang jaketnya. “Buka saja, ya itu panas, kantin” jawabku lembut. Awalnya Clara sepertinya menolak, berpikir sedikit dan kemudian membuka jaketnya, dan baju yang dikenakannya sepertinya adalah baju tanpa lengan. Lengan putih mulus dan bayangan bagian bulat dadanya terlihat. Mataku adalah Gabesa terpisah dari dua dataran tinggi yang menjulang terlihat. Ga merasakan waktu untuk menunjukkan jam 9. Calla Clara mengundang saya. Saya menawarkan untuk membawaku pulang


Mengambil putaran dia bangkit, mengulurkan tangannya, “Yuk” panggil Clara dengan senyum. Dia bangkit dan meraih tangannya. Berbeda dari saya sebelumnya, dia tidak melepaskan pegangan tangannya. Kami berjalan berdampingan sampai kami tiba di tempat parkir di menit. Bahkan, dari kata-kata Clara, jarak kampus kampus dari kampus Cuma sebatas, tetapi harus membuat muter dari mobil. Di jalan tetiba Clara merangkul tangan kiriku dan emang mantap di tuas persneling, “mas mobil keren banget,” kata Clara manja. Saya bisa merasakan bahwa dadanya diikat ke lengan saya tepat di atas siku. “Kamu ingin Gimana, Malem, menulis jendela terbuka?” Dia kemudian membalas dengan sepatu manja Clara. Sepintas saya merasa bahwa bra tidak menggunakan jenis bra dengan gabus tebal, sehingga dada terasa empuk terasa empuk. Aku sengaja menggerakkan giginya, membiarkanku menggerakkan lenganku di dada Clara. Saya ragu-ragu berpikir ga menyentuh versinya dengan kesalahan, tetapi beberapa push up sehingga saya sengaja bergerak tentang lelucon, Clara Guy mengubah posisinya. 15 menit kami tiba di depan rumah kos Clara yang ternyata hanya 4 rumah dari rumah saya. Malam itu saya berpikir, sebenarnya mengapa Clara? Apa yang saya suka tentang GW? Atau apakah ini kisah siswa lain yang mengutuk seorang dosen untuk nilai? Saya tidak tahu.



Sekitar jam 10 malam di kosan, saya baru saja selesai memasukkan beberapa data dan siap untuk mengkonversi anime. Tetiba hape gw berbunyi, kontak dari Clara show. “Mas, maaf mengganggu, kembali Gaosan Ga?” Dia bertanya dengan suara yang terdengar seperti tangisan. “Ya di kosan ni, kenapa ya?” Saya merespon sedikit. “Clara bisa pergi ke sana gal? Plis banget mas plis, nanti Clara jelasin” Aku tidak tahan dengan suara getar, bahkan karena kosan gw campur jadi masalah Ga bebas. Saya akhirnya bertemu dengannya. Rokok terbakar habis (kamar saya di lantai tiga). Saya baru saja sampai di pagar, saya melihat seorang gadis berjalan cukup cepat. Gunakan celana pendek kain, kemeja pajo, dan jaket ritsleting, dengan tas punggung. Clara berjalan cepat, aku segera memanggilnya di kamarku.


“Clara mobile tetiba Mas mati, Ga mau nyalakan lagi, kalau ada UTS dikumpulin besok paginya, punya mas mas pinjem?” Pla, Clara bekerja di sini “Clara segera menjelaskan maksudnya. Saya segera menelepon untuk membuat laptop saya. Anda perlu menjelaskan, kosan gw emang sebagai gantinya, satu kasur besar di sudut, laptop talas di tanah, Eksterior Karena headphone laptop sudah mati, dan hanya dengan kipas laptop sebagai alas, praktis jika Anda menginginkan sesuatu yang bohong ngerjain, atau laptop.


“Cafe Emang di seberang rumahmu?” Saya diminta membuka percakapan ketika Clara sibuk buku ngeluarin catetannya. “Tidak ada aplikasi statistik, Clara sangat panik.” Ya Clara “Nada Clara masih panik. Clara bekerja pada awalnya dengan lap notebook, karena saya emang dilarang dari narik ke mana saja, lagi nyetel lagu. Agak sedikit susah mencocokkan data dalam catatannya dengan dimasukkannya di laptop, Gedi JW mengambil inisiatif ngebantu. Saya langsung menempatkan mode kerja, tengkurep menghadap layar.


“Mas, sedikit panas?” Clara bertanya pada Tetiba sambil mengguncang jaketnya. “Yah emang kosanmu ada AC, di sini mah makenya kipas” dan aku jawab seadanya. “Bisakah Clara melepas jaketnya?” Jadi saya meminta izin, saya hanya menjawab anggukan itu. Clara meletakkan laptop di lantai, bangun dan melepas jaketnya. Lengan putih itu terlihat lagi. Pakaian yang dikenakannya hampir tanpa lengan. Clara lalu naik di sebelah perutku, “pegel mas neck mlu ke bawah, sambil mengunyah gapapa ya?” Dia bertanya itu seperti ga kamu butuh jawabanku.


Saya senang mendengar beberapa kali Lightning Sambran, yang ditemani oleh hujan palu. Namun keseriusan kami tidak mengganggu karena tenggat waktu sudah dekat. Pada paruh kedua belas, Clara akhirnya mengakhiri sistem UTS-nya sendiri dan mengirimkannya ke e-mail dosen. “Yajan Mas?” Dia hanya bertanya apakah hujan lebih dari setengah jam. “Ke mana kamu pergi? Fokus benar-benar” menjawab ketika kepala noyor. “Hei Jimana Dong, kita punya payung emas?” Dia bertanya sedikit khawatir. “Gapunya, lagian kosan kamu deket, ujan-ujanan sedikit gapap” Selalu jawab. “Clara gap gap, data basah bagaimana, masih membuat UAS ini” teriak sambil menunjuk tumpukan kertas yang kami gambarkan jumlahnya. “Oh tunggu tunggu dulu tenang dulu, jangan kekain kue kue” jawabku sambil duduk. Clara masih dalam perutnya. Kompresi tubuhnya membuat dadanya menempel ke sisi bra, keberaniannya gagah berani, bulat seperti jepitan yang dibutuhkan. Di jantung ide-ide Uda muncul selama clara ini memamerkan tubuhnya, apakah Anda jamah saya. Tapi saya membuang pikiran itu, saya hanya dosen pengganti, Chloe jadi Clara Ngudo Lara semua nama karier saya selesai.


“Mas punya film Ga? Lihat aja yok” tanya Tetiba. “Film apa? Bokep?” Saya diminta untuk mencoba memancing. “Tidak, jika ini bukan rumah masuknya Clara.” Jawabannya aneh, apa artinya jika Anda mengaduk bahwa itu siap untuk tidur? Setan semakin tersebar. “Aku mau nonton anime sih, tab tuh liat aja” jawabku kemudian. “Wah mas ngikutin ini juga? Ih baru episode uda keluar ya? Ingin dong mau dong” Clara mengatakan antusias ketika melihat tab anime yang Dafqatha lagi. Akhirnya kami menonton film ini. “Mas Cook duduk? Clara berbaring di celah aga bukan?” Tetiba bertanya setelah film dimulai. “Beagle, Keteken gaenak” Jawaban saya masih berburu. Pikiranku semakin kotor terus melihat bokong dan dada kena. “Ooh dedeknya yaa … ahahaha” Clara itu seperti pengertian dan bahkan bercanda. Mengapa godaan itu terus menyambut, Hmmm. “Ya Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha” Hmmm arogan, seperti apa sih? “Tanya Clara keras. Saya mulai di latar depan dan memimpin.” Gedi telah, masukkan mulut Anda cocok “jawab saya dalam tantangan sekali.” Apakah, ya dia telah, Clara sedikit mulut mas bahwa ” jawabannya adalah seperti yang saya harapkan. saya pikir dia akan melakukan. saya telah rusak pikiran saya, saya kembali ke Clara, “kau sendiri tengkurep jadi ga sesek?” tanyaku segera menunjukkan tanganku di dadanya. “huh? Ini Engga sih, ga sesek saja ngganjel ajah “kata Clara sambil memegangi dadanya di samping.


Lalu Clara bangkit, duduk di sebelah kananku. Dia bilang dia mengisap untuk waktu yang lama. Ya, kami mulai menonton episode baru anime. Hanya 15 menit telah melewati tetiba kilat keras, segera kuasa. “Dark Diamond Hiyaaaah” robek Clara tetiba. “Berubah kesamber kali petir” aku santai menjawab. “Voice Mass Cook juga ilang? Di mana headset laptop?” Clara yang menyadari film itu meminta kami menonton tetiba bisu. “Speaker yang rusak, dan oleh karena itu buatlah speaker eksternal” jawab saya. “Oh” Clara menjawab bahwa dia kehabisan stok pertanyaan. Ruangan itu adalah lapangan hitam, hanya cahaya dari layar laptop. Kami berdua diam-diam meninggalkan suara menjengkelkan yang menghantam dasar air dan atap mobil.


Lihatlah Clara, ya hanya wajahnya yang jelas di layar laptop. Clara sadar karena aku tidak bergerak dari wajahnya, “Kenapa mas?” “Bagus kamu juga ya” jawabku sambil menatap lurus ke matanya. “Di mana bulan lebih banyak setiap kali menonton?” Dia bercanda dengan sedikit tertawa. “Sejauh ini ada pengalihan terus-menerus pada saat ini, hanya Anda yang menderita keliatan, ternyata menjadi cantik,” jawabku serius, untuk meringankan tawa kecil Clara. Dia juga menatap langsung ke mataku. Saya harap tangan saya memeluk Clara, tidak ada perlawanan.


Kami berdiam diri satu sama lain. Tanganku menyentuh bagian belakang kepalanya, rambut yang kuat sedikit menarik kepalanya perlahan di dekatku. Sementara tangan kiriku dengan lembut menutup layar laptop. Cahaya memudar karena sudah turun, kesuraman, aku bisa melihat mata Clara menutup perlahan ketika kepalanya mendekat dari kepalaku. Tidak ada hambatan sama sekali. Layar laptop benar-benar tertutup, ruangan ini hitam saat bibir saya membungkus bibir Clara. Dia mendengar napas yang cukup panjang dalam hujan saat kami menyentuh bibir kami. Tidak ada penolakan, mulai menghancurkan bibir Clara. Bibir kecil sedikit terbuka, membuat ruang untuk ganglion masuk, dan dia langsung disambut oleh lidahnya yang seperti tidak sabar.


Di tengah lidah silat ini, tangan Clara perlahan memeluk saya. Tangan kananku masih memegang kepalanya untuk berhenti berciuman. Dia tampak bernapas lebih cepat. Tangan kirinya bebas tugas perlahan memperlambat perutnya, sangat perlahan ke bagian bawah dadanya. Saya mencari lampu hijau, saya sedikit menggigit dadanya. Saya tidak bisa menolak, tetapi bernapas dengan cepat ketika saya menyentuh dadanya. Tanda ini mencari jari-jariku terbuka lebar, aku angkat sedikit dan segera menekan dada yang tertangkup. “Mmmmhhhhhh” Clara mengerang di tengah ciuman yang semakin intim. Aku mengisap lidah Clara ke dalam rongga mulutku.


Clara menghela nafas secara teratur ketika dia menekan dadanya dari luar T-shirt “Ngha Nagha Nghah”. Tangan kiriku berhenti menekan dada Clara dan perang gerilya dimulai di belakang kemejanya. Aku perlahan menyentuh sentuhannya, terus memanjat. Niat Saya ingin langsung di belakang bra, terlalu ketat, terlalu sulit untuk disentuh. Clara tetiba mendorongku sedikit, untuk melepaskan ciuman kami. “Apakah itu sulit?” Dia bertanya saat aku menjentikkan sekilas dari tangannya dan menunjuk ke punggungnya. Lalu turunkan bra lengannya. Setelah melepaskan kedua ujung tali bra dari tangannya, Clara segera memelukku dan mematahkan bibirku dengan keras. Tangan kananku mengepal Clara lagi, dan punggung kiriku milik bajunya. Ketika Clara menemukan bra telah jatuh, dia segera menarik dan melemparkannya secara acak. Tangan kiriku segera berdering dan menekan dada. “Aaaaahhhhhh” Clara segera melepas ciumannya karena aku panjang. Lalu bibirku kembali, lidahnya yang liar menari di mulutku ketika tangan kiriku bekerja di dadanya, dan menekannya sampai putingnya terjepit. Clara memelukku erat-erat, membuat tangan kiriku terbalik di antara dadanya, Gabisa tidak melakukan apa pun kecuali kawanan. Sementara mulut kita terkunci dalam satu ciuman yang dipanaskan.


Aku perlahan meninggalkan ciuman, kepalaku tertunduk. Clara meninggalkan pelukannya. Kedua tangan menekan dada Clara sementara dia menolak kemejanya. Kepalaku perlahan mengarah ke dada kirinya. Clara sepertinya mengerti, dan mengikat bajunya ke kepalanya dan melemparkannya ke suatu tempat. Saya menggigit sedikit puting kiri saat Anda menyusui payudara kanannya. Perawatan ini bergantian ke dua dada mereka sementara saya kadang-kadang menghisap putingnya dengan kuat. “Aahhh maaaas, benar-benar bagus sih … aaaaahh” Clara Khawar, bersantai saat mimpinya bermimpi keras. Di tengah permainan ini, nyalakan kembali tetiba lagi. Mataku seperti penggerebekan, terang sejenak dan kemudian jelas aku melihat puting merah muda yang keluar dari dada putih bundar. Kemudian saya menyelesaikan permainan, akan melihat ekspresi Clara.


Clara tampak agak malu, mungkin listrik yang telah terbakar karena dia bangun sejenak, tetapi naluri seksualnya sangat tinggi, dan wajahnya berkaca-kaca. “Kenapa Mas?” Clara memotong ketika saya melihat wajahnya yang cantik dalam cahaya yang terang. Semua terlihat jelas, juga memperlihatkan bra dan kemeja putih yang ada di punggung lagi. “Hanya wajah cantik Ga, dadanya juga benar-benar bagus,” kataku. Clara sedikit merah, “ah bisa aja mas.” Kami kembali ke detik-detik kami kembali ke keheningan, atau lebih tepatnya sulit melanjutkan permainan atau bagaimana. Jadi tangan Tetiba Clara mengarah ke selangkangan saya, dan segera menggosok penis saya keluar dari celana. “Siapa bilang dia tidak muat di mulut, Clara ingin mencoba Dong” Clara menggodanya sambil tangannya menggosok penisku. Matanya sangat sedih, lalu juga bibir bawahnya setelah berbicara. Rahimnya jelas terlalu tinggi.


Saya segera melemparkan tubuh saya ke tanah, memberikan Clara kebebasan untuk melakukan apa yang saya lakukan. Lalu dia duduk di sebelahku, dan dia menggosok penisku dari celana. Lalu dia menurunkan celana pendek dan cd gw, membuang penis saya dan menghapus penis. Lalu jilat penisku dengan lembut. Kadang-kadang Clara melihatku tersenyum dengan seduktif. Seperti kenyang gb kentang ngebuat, lalu dia potong celana saya, dan acak lempar mereka. Ia juga memunculkan beberapa pakaian cuti ga memblokir penis. Penis saya lurus, dan Clara sedikit bermata lebar. “Gede ya, cocok ga nih” entah itu ekspresi yang benar-benar mengejutkan atau semacam layanan transparan. Lalu dia duduk di antara pahaku.


Tangannya perlahan mencampur penisku saat Clara mendekat ke wajahnya. Sekali lagi dia memindai penisku. Lalu dia membuka mulutnya lebar-lebar dan perlahan memasukkan penisku ke mulutnya sementara tangannya masih merenggut penisku dengan lembut. Clara tersedot perlahan, kepalanya naik dan turun. Ketika kuluman semakin dalam, tangannya jatuh dan semua benih saya dibesarkan. 3 menit berlalu, kepalanya tumbuh dan turun dengan cepat. Tangannya bertumpu di baskom. Penis saya terasa hangat meskipun terkadang saya menyikat gigi. Tidak peduli seberapa keras Clara mencoba, kemampuan mulutnya hanya sampai ke penisku. “Baik tunangan dan pencuri” Clara mengatakan dia meninggalkan putranya “Coleman”. Dia tersenyum ngocol, “ga cocok”. Clara tampak agak cemas, merasa dirinya gagal menerima tantangan itu. Tatapannya mengubah senyum tetiba, “Clara tahu bagaimana, sesuai dengan tepi ampe.” “Apa?” Saya bertanya secara bersamaan Nantang. “Tutup mataku dulu, rahasia ini, cukup tip amp” “Clara” sambil mengangkat kemejaku. Tepat saat leher baju itu melewati hidungnya berhenti. Dia membuat mataku tertutup dan kedua tangan menunjuk ke atas. “Janji gaboleh liat, hanya Clara marah Kalu lumpur” rajuknya. “Ya, cobalah di mana Anda mengemudi trik rahasia.” Saya menutup mata saya sama sekali, dan saya gabisa melihat sesuatu seperti waktu yang gelap sebelumnya. Aku bisa merasakan tangan Clara dengan lembut membelai penisku. Lalu lepaskan. Bagaimana tidak tau apa? “Clara di mana tipuan?” Saya bertanya sambil memastikan Clara Clara pergi. “Saya merasa tangannya memutar penis saya kembali tetapi dengan sikap yang aneh,” kata Clara. Saya merasakan cengkeraman anehnya


tetiba bleeesss … “hhhhaaaaahhhh” Clara Khawar Pada saat yang sama saya merasa bahwa penis saya memasuki sebuah gua yang sangat sempit, hangat dan berdenyut yang berdenyut dari semua sisi. Saya segera mengangkat baju saya dan membuangnya, bangkit sedikit dan melihat Clara jongkok saya, telanjang tanpa penutup lagi. Terlihat seperti vagina coklat muda yang dipenuhi dengan rambut lembut. Penis saya sepenuhnya tertanam di vagina Clara. Lalu tersenyum dengan sangat nyaman menghadap sangat luar biasa. “Muat ujung tepi,” katanya ketika dia perlahan-lahan terguncang-guncang. “Ya pas pesta, tapi curang, adalah bibir bawah, bukan bibir atas.” Saya masih mencoba berbicara di tengah-tengah kesenangan yang luar biasa ini. “Sshhh … ahhh … gapapahhhh … sangat bagus, ahhhh” Clara mencoba menggodaku sambil bergoyang ke atas dan ke bawah. “Ah, ya enaak” Aku punya naban gabisa lagi, dinding vagina Clara terus menekan penisku, membuat sensasi sangat menyenangkan.


Setiap kali Clara bergerak, aku memukul pantatku, membuat kepalaku dan Clara saling berhadapan. Setiap ketukan yang terjadi Clara selalu di bawah. “Aaahh … uuhhh … mhhh … enaak maaas”. Semua tanganmu menghancurkan kotak Clara yang mengguncang binatang liar itu, sambil memukul putingnya kadang-kadang. 10 menit berlalu, “ahh maasss keluaaar” Clara Khawar, suara dentuman lain membuat tubuhnya membengkak dan bergetar. Penis saya terasa hangat yang mengalir di dalam vagina Clara. Clara segera jatuh dan memeluknya dan memeluknya segera. “Benar-benar asiant mas … imut” bisikan lime. Aku memeluknya dan membalikkan posisinya, sekarang turun. Saya memiliki kaki di pundak saya. Dengan lembut pompa Clara. “Ah ya mas teruss … ah” canda Clara ketika gerakanku semakin cepat. Bermain rpm tinggi membuat Clara meracau semakin aneh, “ahhh teruss … fuck..yess..ahhh …” campuran, menggoda, lonceng, mengerang dengan napas cepat dan hujan masih berkecamuk. Game Slot Online Terpercaya


Sekitar 10 menit jadi saya hampir merasa. “Saudara Mas keluar lagi” Clara sedang mempersiapkan untuk orgasme keduanya, jadi saya benar-benar merasa pada akhirnya. Clara menjatuhkan tetiba dan menyilangkannya di punggungku, mengunci posisiku sekarang. “Jauhkan Clara Clara Clara ingin keluaar” Clara Raging pembunuh yang baik haruskah aku menerimanya untuk menutupi mulutnya. Kakinya terkunci di punggung saya, tangannya diikat di leher saya untuk dicium, dan dia mengguncang tubuhnya dengan hebat. Saya merasa penis saya seperti pijatan, seluruh dinding vagina berdenyut, membuat vagina lebih sempit dan menawarkan pijatan yang indah untuk semua penis saya. “Sssshhhaaaaaahhhh” sigh Clara ditemani oleh sprinkler cairan hangat. Aku sampai di ujung, “Ra, aku ingin keluaar” Aku memperlambat gerakanku, siap menarik penisku. Tapi kaki Clara lebih kuat, tapi pantatnya bergoyang saat aku diminta memompa lebih cepat. Tangannya terkunci di pantatku. Dia meninggalkan dia, dia berbisik di telinga kiri saya “ga mau, ahhh … ga boleeeh, ahh … entot teruus … tidak dirilis … ahhh” Aku sudah kehilangan pikiran saya, dan saya memompa Clara secepat dan sebanyak yang saya bisa. “Aaahhhh yaaaahhhh … teruuus” Clara semakin mengoceh. Gw gabisa penis gahan penisku lagi. Tinggalkan pukulan lagi ke penis saya sejauh mungkin ke vagina Clara, dan segera ludahkan lava putih hangat ke dalam rongga Clara. Tubuhku gemetar, 7 senapan mesin menetap di vaginanya. “Aaaaaahhhh enaaaaak” Clara menghela napas dan berlari sambil memeluk erat sementara penisku menumpahkan seluruh bebannya.


Setelah semua barang didokumentasikan, Clara membersihkan semua kunci dan menarik penisku keluar. Aku duduk di antara paha Clara dan menyaksikan lahar putih itu larut perlahan dengan cairan hangat dari vaginanya yang tiba-tiba. Tangan Clara terlihat memintaku untuk memeluknya. Dia tumbuh di sampingnya dan memeluk Clara dengan erat. Kami menerimanya untuk beberapa waktu. “Clara memuji benar-benar bagus, dan tidak ada divisi yang bagus” Clara. Saya baru saja menjawab dengan senyum. Beberapa menit mengisi ulang, kemudian Clara bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan vaginanya. Saya pindah ke tempat tidur saya. Pikiran baru saya agak jelas, ingatlah jika Anda melemparkan beban ke dalam. Dejan Dejan juga neraka. Clara keluar dari kamar mandi, aku tetap tidak berani berkata apa-apa. Lalu dia duduk di bibir tempat tidur. Melihat saya dengan mata penuh kepuasan, lalu perlahan-lahan melirik penis saya yang telah menyusut. Lalu dia menghabiskan penisnya. “Calo hujan udah gede, ngentot lagi ya … Clara kecanduan” Clara bercanda. “Ini, peju, celah?” Saya panik sampai gabisa mengucapkan kalimat lengkap. Clara tersenyum, “Kondom adalah perlindungan yang lemah, sering pecah, jika 99% KB aman.” Saya bisa bernapas lega dengan jawaban ini, Clara layak mendapatkan kepercayaan diri untuk masuk ke dalam.


Hujan masih turun, dan waktunya sudah tengah malam. Clara memihakku, pada posisi sempit ini jadi kami harus tidur di sisinya agar sesuai. Clara kembali kepada saya dan berkata: “Mas, Clara boleh memberi makan Aja”? GW memeluk perutnya sambil menjawab, “Hanya ingin bertanya padamu nginep aja dari tengah Malem kembali ke rumah, hahaha”. Clara tetiba membalikkan tubuh tidurnya sampai dia bersandar pada saya. “Tidak apa-apa? Menyenangkan” serunya dan kemudian mencium bibirku, lalu tersenyum manja. Saya menjabat tangan saya dan menyeka rambutnya. GW kemudian tidur di punggungku, tangan kiriku ke bantal Clara, dia sedang tidur sambil memelukku. Tangan kiri Anda menggosok rambutnya. Malam itu tertunda, dan kami tidur tanpa mengenakan apa pun yang menutupi tubuh kami. Tidak butuh waktu lama bagi Clara untuk tenggelam, mungkin dia kelelahan.


Pagi-pagi sekali, saya bangun dan melihat jam, pada jam enam. Clara sedang tidur berganti posisi, miring ke belakang. GW perlahan memeluk perutnya, berbisik di telinganya. “Clara, pagi ini, bangun.” Dia masih tertidur. Beberapa kali saya bangun dan tidak ada jawaban. Dia berbisik perlahan, lalu memicingkan mata di lehernya. Clara menggigil tetapi dia masih tertidur. Tangan kananku naik perlahan dari perutnya ke dadanya, yang dituangkan. Saya perlahan, masih belum ada respons. Kemudian puting itu perlahan-lahan retak. “Mmhh …” Clara membeku sambil mendesah. Beberapa kali mencubit putingnya dengan lembut, lalu dengan lembut menekan dadanya, ke kanan dan ke kiri secara bergantian. Clara menghela napas ketika dia sedang tidur, jadi dia terobsesi. Saya memainkan dua bagiannya, sementara dia menggosok lehernya. Clara menghela napas, tetapi tidak ada tanda-tanda dia bangkit. Tanganku turun dari dadanya ke pantatnya. Aku mencubit pantatnya, dan dia masih belum bangun. Lalu tangan kecilku jatuh ke selangkangan, sapuan badai vagina di antara payudaranya. “Ahhh … ah!” Clara menghela nafas, goyah setelah mengikuti pola pegangan jari di bibir vaginanya. Kemudian dia memainkan klitorisnya di antara bibir dan pahanya. “Aaahhhh … mmmmm” desah Clara mendesah lebih kuat, tubuhnya berayun, tapi masih seperti seorang lelaki mengigau. Vaginanya perlahan basah dan bahkan membanjiri.


Penis berdiri tegak, di antara tribun dan berdiri di pagi hari. Saya mengakhiri gesekan jari-jari saya di vagina Clara. Lalu dia meraih penisku, menunjuk ke bawah di antara bokong Clara. Dengan lembut saya memotong penis saya di bibir vagina yang mengintip. “Clara” menghela nafas “Clara” lagi, ditemani oleh keledai yang lambat. Saya bertanya-tanya di mana lubang vagina, saya mengarahkan kepala penis saya di depan vagina, dan perlahan-lahan meletakkan penis saya di vagina Clara. Bagian atas penis saya sekarang ada, meninggalkan batang penis yang keras di luar. Tangan kanan saya dan kemudian menekan dan memperluas bokong Clara dan dengan kekuatan penuh membanjiri penis saya di vagina Clara. Clara menjerit “sedikit” ketika penisku benar-benar digali ke vaginanya yang basah. Seketika saya segera menembak Clara. Posisi ini membuat vagina semakin sempit. Penis saya terlihat seperti kamar basah. Tangan kananku langsung diikat ke dada Clara.


Untuk waktu yang lama Clara berguncang dan kemudian bangun, “mmhhh aaahhh maas enaaaak, teruuus” Clara segera bangun mengoceh. Tangannya memelukku segera. Lalu aku mengangkat tangan kanan Clara, membukanya lebar-lebar, lalu menyelipkan tanganku langsung ke perutnya dan ke bawah ke vaginanya. Di belakang rambut lembut vagina saya memainkan klitoris Clara saat masih memompa. Dia menatap kepala Clara sambil terus mengoceh “huhaaaahhh teruus … teruus mas teruus, Clara ingin buang air kecil”. Beberapa abad yang ketat membuat tubuh Clara membengkak, tangannya memeluk kepalaku dengan keras, tubuhnya gemetar, dan beberapa saat kemudian aku merasa penisku basah dalam cairan hangat dengan Lonara Clara yang panjang. Pastikan dia berakhir dengan orgasme baru. Aku menarik penisku, cairan putih mengalir keluar dari vaginanya, melembabkan rambut tipis yang basah. Kemudian dia menoleh ke Clara, memeluknya erat-erat dan mencium bibirnya, “Selamat pagi Clara.” Clara tersenyum lebar dan memelukku begitu keras sehingga penisku masih berdiri di perutnya. “Pagi pagi, dini hari Clara sudah menulis dientot” timpalnya tersenyum manja. “Ya kamu terbinin ga bisa, sudah basah memek, lubang aja lah, heheh. Saya jawab nanti. Clara mengalahkan kepalanya, “Baseball, alarmnya benar-benar bagus. Clara biasanya bangun jika alarm berbunyi, kalau itu bagus.” Jawabannya disertai dengan tawa kami pagi itu. “Kamu lezat, kentang berlian oh” timpal saya. “Ueda Diedekania masih belum antusias,” Clara bergurau saat tangannya perlahan-lahan menggoyangkan penisku yang masih tegak. “Masuk lagi ya?” Jadi saya bertanya. Clara duduk sementara tangannya masih memegang penisku. “Jangan ga mau mas, Clara mendengar kutukan ceramah gabisa, sakitpong aja yaa?” Balas Tanpa menunggu tanggapan saya, wajahnya mengarah ke penis saya dan segera menjilati penis saya. Clara perlahan mengisap penisku sementara tangannya mengocok penisku. Ciuman emosional disertai dengan campuran kesalahan yang bisa saya dengar di sela-sela kulumannya.


Kemudian Clara meletakkan tubuhnya berlutut di antara pahaku. Dia melepas kulumannya, memantulkan penisku, lalu mencubit dadanya. Ya, kotak Clara cukup besar untuk tweak penis untuk mencampur. Namun posisi ini sepertinya plastik keras baginya. Jadi saya memintanya untuk berhenti dan tidur di punggung saya di tempat saya. Lalu aku berlutut di atas perutnya, dan lagi dia memukul dadanya di penisku. Saya bergerak bolak-balik secara teratur dengan gaya Clara yang cocok dengan dadanya. Terkadang kepalanya berusaha mencapai penis. keliatannya terbilang susah tapi berhasil menyedot bagian atas penisku saat dada menggoyang penisku. Perasaan unik ini membuat saya sangat emosional. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke puncak. “Ahhh ingin keluaar” dan * crot crot crot * empat semburan di wajah Clara yang cantik. Dia memindai sperma yang jatuh di sekitar mulutnya. Clara tersenyum dengan kemampuan sperma.


Beristirahat sejenak dan kemudian mandi. Jujur mandi saya tidak cukup luas untuk digunakan sendiri. Jadi tidak banyak yang bisa kita lakukan. Setelah Clara membersihkan sperma yang mulai mengering di wajahnya, kita membersihkan tubuh masing-masing. Clara menuangkan sabun di dadanya dan menggunakan dadanya untuk sabun saya. Letakkan dadanya di sekitar tubuhku, lalu berlutut dan gali penisku yang masih tertidur di dadanya. “Dedek mendapatkan dedek” menggoda sambil menggosok dadanya yang diisi dengan sabun di penisku. “Jangan ganggu tidur dedek, ntar kalo bangun lemes kamu” Jawab gw ditemani tawa Clara. Selesai sabun saya. Setelah sedikit bilas, saya mengubah sabun di Kafi dan mulai dengan sabun tubuh Clara. Kembalilah padaku. Saya meletakkan semua ini di tubuhnya dan akhirnya dadanya. Aku melumuri sambil memijat dadanya. Tubuhnya berkilau, airnya bercampur dengan sabun dalam cahaya. Buat penisku perlahan naik lagi. Saya kemudian mencoba mengambil sikat gigi, tetapi saya menolaknya secara tidak sengaja. “Hai, tolong dong dong” pinta gw. Clara berusaha untuk mengambil sikat gigi jatuh, dan segera aku menunjuk ke penisku yang naik ke vagina Clara, “aaaaahhhhhh” Clara ketika penisku meledak di vaginanya. Tangannya yang awalnya ingin mengambil sikat gigi langsung langsung ke dinding. Dia mengambil pakaian Clara sebagai dukungan untuknya dan segera memompanya. “Sshhh aahhh alibi benar-benar ngambil sikat gigi maas … ahhh” Racao Clara menyadari pesanan saya saja. “Ah Mas, bagus … ah, sudah jam baris ini mas … ah” rave Clara gampang tetapi juga menyadari hampir jam total di sini. Hanya sekitar 3 menit gw menarik penisku. ga baik juga kalau gam ga kuliah, kentang sungguhan sih, tapi apa lagi juga. Clara bangun, membilas tubuhnya. Lalu berbalik dan cium aku segera. Lidahnya meledak dengan keras. Aku memeluk punggungnya, meremas pantatnya. Untuk waktu yang lama kami menerima, jadi Clara meninggalkan ciuman kami. Lalu menyambar penisku, “sabar Dedek, nanti Clara Siapin kamu memilikinya,” kata Clara. “Janji?” Saya bertanya kemudian. Clara menjawab dengan senyum lemah, lalu memelukku.


Mandi kami berakhir bergantian. Saya keluar dari kamar mandi di tempat tidur. Aku menatapnya saat dia mengeringkan tubuhnya. Saya menyadari jika pikiran saya ada padanya ketika dia mengenakan celana dalamnya, “Mengapa Mas?” Dia bertanya. “Yah, kamu membuat pakaian, kamu ingin melihatmu telanjang untuk waktu yang lebih lama,” jawabku ketika aku melihat dadanya yang mengguncang alam liar. “Ya mas entar kita main lagi, bersinin deh Clara clam shame” jawab sambil mengenakan. Dia bertanya kepada saya sedikit tawa: “Saya masih panjang, apakah Anda ingin membuat Anda telanjang?” “Yeeh dingin angin dong clara kalo telanjang” jawab Clara setengah dari candaan itu. Dressing selesai, lalu kami turun. Clara harus pergi ke pusat asrama, berganti pakaian dan menyiapkan barang-barang mereka. Lalu pergi ke kampus.

Cerita Sex Panas Mahasiswi Montok Berjilbab Di Kampus

Subscribe Our Newsletter